Seperti saat ini,
kamu sedang menikmati hasil kerja keras
yang mungkin juga cita-cita yang lama ingin diraih.
Hingar-bingar itu memekakan telinga,
entahlah, apakah karena itu kamu selalu kembali padaku.
Seperti saat yang lalu,
ketika malam menghujammu dengan sepi
ketika hingar- bingar kian lama memudar
dan tak ada seorangpun yang tahu keberadaanmu
entahlah, mengapa dengan diam-diam kamu menyapaku
sayangnya kamu tak pernah sempurna bagiku
endapanmu membuatku tak ingin kamu kembali
seperti malam itu dan malam-malam sebelumnya
tak cukupkah bahagia dengan satu wanita?
sayangnya hanya hampir sempurna
dan selamanya tak akan pernah
meski di luar sana memuja
Tidak ada komentar:
Posting Komentar