sebenarnya ini hanya perkara usia...hanya perkara siapa yang lahir di dunia terlebih dahulu. Itu saja kan, ketika ngomongin soal Muda dan Tua. Tapi entah mengapa, perkara yang "hanya" itu jadi terasa pelik sekali. Bagitupun ketika ada orang yang berbica masalah Tua dan Muda kepada saya. Saya merasa harus memperkarakannya. Apalagi yang di "Tua Muda" kan menyangkut apa yang saya lakukan, dan apa yang saya cintai...
Menurut pendapat saya bagini, coba tolong dibedakan Muda dan Tua dalam soal lain dan Muda dan Tua dalam soal musik. Menurut hemat saya, apalah artinya usia dalam bermusik? karena yang terpenting dalam soal musik adalah karya dan dedikasi. Apalah artinya ketika kita mengaku anak band tetapi nggak pernah membuat karya? *Karya di sini tidak harus selalu terpublikasi dan disenangi*. Apalagi soal dedikasi. Karena karya adalah salah satu wujud nyata dari dedikasi. Setau saya, dalam bermusik itu tidak pandang usia, dan udah nggak zamannya lagi mengkotak-kotak kan aliran musik tertentu. Musik itu urusan selera. Seperti makanan. Meskipun nggak suka makanan pedas, misalnya, tapi toh yang namanya masakan bersambal itu akan tetap ada. Lalu kita mau apa??? Kalau nggak suka dan bikin mencret ya nggak usah dimakan. Bagitu juga dengan musik "yang dibuat" oleh anak-anak "Muda"...Kalau Anda nggak suka musik yang dibuat oleh anak muda ya nggak usah didengarkan. Bukankah muda itu melambangkan semangat? Bukankah harus muda dulu sebelum menjadi tua???
Nah masalahnya adalah saya belum merasa tua. Saya masih merasa muda jadi saya melakukan aktivitas bersama anak-anak muda. Oh....anak kecil, maksud Anda....hm.....sepertinya perlu membuat batasan yang jelas usia berapa dibilang anak kecil, anak muda, dan tua *nggak mungkin dong saya bilang anak tua...*.
Oke lah...anak kecil...ahhhh...bukankah kita selalu melihat kejujuran dibalik hati setiap hati anak-anak kecil? Oh...anak kecil vs dewasa.....Hm...kaya'nya Anda deh yang belum dewasa karena menyangkut-nyangkutkan musik dengan usia...Oya, apakah Anda sendiri tahu tentang dunia musik? apakah Anda bermain dan menghidupi musik yang Anda mainkan??? Kalau jawabannya iya mari kita lanjutkan diskusi ini. Tetapi jika jawabannya tidak, lebih baik Anda tutup mulut dan dengarkan saja hingar-bingar berbagai jenis musik yang anak muda mainkan....That's it!!!!
Hm.....perkara patner dalam bermusik...Jadi menurut Anda mempunyai patner bermusik orang yang tua lebih baik daripada berpatner dengan anak yang muda??? Ah...saya rasa semua itu kembali pada dedikasi dan karya. Oya, satu lagi...proses....Apa salahnya berteman dengan anak muda, bermain musik dengan anak muda atau anak yang lebih muda? Sama halnya dengan apa salahnya menikah dengan seseorang yang lebih muda? toh di negara ini menikah dengan yang lebih muda tetap dilegalkan asalkan berbeda jenis...ya kan???
Musik, pertemanan, dan menikah itu saya pikir tidak jauh berbeda. Dua-duanya butuh chemistri, sama-sama memakai perasaan, proses dan cinta...
Minggu, 19 Desember 2010
Selasa, 23 November 2010
Menjelang Petang Yang Bukan Milik Kita Lagi
sore
3:58pm
sip...take care ya....kmu jarang crta jd aku g taw apa2....sing penting apik2...lg ada masalahkah?
4:01pm
lah...aku nya kan gpp....nek emang sifat dasarmu pendiem y kmu ga akan bs sigrak2 kyo aku....
lha py to benernya?
kmu jenuhkah sama aku? aku bikin salahkah?
4:03pm
kita bs bicara langsung nggak? aku ga suka e klo chat gn...krn mnurutku ini penting
apakah ada wanita lain?
4:06pm
aku seneng kok selama ini kita kya gn...kita menjalani hub yg santai...sbnrnya ya ini yg aku cari. mngkin kmunya yg terbebani ya...merasa hrs kya gn dan kya gt...iya?
4:10pm
pdhal kmu bilang td aku ngebebasin kmu lho...hehehhe aku terlalu crwet ya...
kita bs balikan lagikah someday?
4:17pm
iya...pasti..tetep mau jmput aku kan klo ada acara sama anak2..hehehhehe...take care ya...wanna hug you...and kiss you...
4:18pm
hedehhhhhhhhhhhhh...besok langsung nikah ma kmu aja dehhhhhhhhhhhhh....sumpah nggak kuat aku nahan nangis heheheh
Senin, 15 November 2010
Ketika Aku Berbeda
Ketika waktu itu, teman-teman perempuan sebayaku memilih untuk bermain boneka.
aku memilih untuk ikut serta beradu dan mengejar layang-layang putus bersama teman-teman pria. Tak jarang aku dicurangi mereka, karena aku paling muda, wanita, dan terlalu polos menuruti apa yang mereka katakan. Aku yakin saja. Berlarian di pematang sawah yang menghubungakn kompleks rumah dengan lapangan sepak bola, dan aku turut serta bersama rombongan. Menuju lapangan bola dengan bahagia.
Ketika waktu berganti, aku tetap seperti ini saja.
Bermain bola dan mengejar layang-layang putus memang sudah tak pernah lagi terjadi dalam hari-hariku. Bukan tak mau, tapi karena tidak ada yang ditendang, tidak ada yang dikejar...hm....aku mengejar yang lainnya....
Ketika teman-teman yang menyebut diri mereka perempuan asik membicarakan kosmetik keluaran terbaru, aku berburu kaset dan mencoba memainkannya. Sendiri maupun bersama teman-teman satu band. Ketika mereka sibuk berfashion show, aku sibuk ngeband.
Ketika mereka mengidolakan pria berparas tampan, kulit putih, badan wangi, aku malah suka dengan pria acak-acakan, rambut gondrong. Yang ku mengerti, hati yang mempesona tidak selalu tercermin dari penampilan, dan aku lebih membutuhkan hati daripada penampilan.
Ketika perempuan yang lain sibuk ke salon....jangankan aku ikut serta, mandi pun belum tentu dalam sehari. Dan aku menikmati. Ini tubuhku, dan aku berhak atas itu...
Ketika setiap perempuan melarang kekashinya merokok, minum, dan berteman dengan banyak perempuan...jangankan melarang, menegur pun aku merasa tak berhak karena aku juga minim, merokok dan mempunyai banyak teman pria...hahahhahaaaaa......
Dan sampailah pada usia ketika seumuranku berkasih-kasihan
Aku biasa saja, sibuk dengan hal-hal yang membuatku bahagia...dan itu belum tentu seorang kekasih pun seorang suami. Kemudian ketika seorang pria memilih seorang wanita "baik" yang tercermin dari cara berpakaian, cara tertawa, cara tersenyum dan bertingkah laku...Aku merasa bahwa aku wanita berbeda. Aku tak memiliki itu semua, tapi hatiku tidak bisa dilihat oelh sembarang pria..
aku memilih untuk ikut serta beradu dan mengejar layang-layang putus bersama teman-teman pria. Tak jarang aku dicurangi mereka, karena aku paling muda, wanita, dan terlalu polos menuruti apa yang mereka katakan. Aku yakin saja. Berlarian di pematang sawah yang menghubungakn kompleks rumah dengan lapangan sepak bola, dan aku turut serta bersama rombongan. Menuju lapangan bola dengan bahagia.
Ketika waktu berganti, aku tetap seperti ini saja.
Bermain bola dan mengejar layang-layang putus memang sudah tak pernah lagi terjadi dalam hari-hariku. Bukan tak mau, tapi karena tidak ada yang ditendang, tidak ada yang dikejar...hm....aku mengejar yang lainnya....
Ketika teman-teman yang menyebut diri mereka perempuan asik membicarakan kosmetik keluaran terbaru, aku berburu kaset dan mencoba memainkannya. Sendiri maupun bersama teman-teman satu band. Ketika mereka sibuk berfashion show, aku sibuk ngeband.
Ketika mereka mengidolakan pria berparas tampan, kulit putih, badan wangi, aku malah suka dengan pria acak-acakan, rambut gondrong. Yang ku mengerti, hati yang mempesona tidak selalu tercermin dari penampilan, dan aku lebih membutuhkan hati daripada penampilan.
Ketika perempuan yang lain sibuk ke salon....jangankan aku ikut serta, mandi pun belum tentu dalam sehari. Dan aku menikmati. Ini tubuhku, dan aku berhak atas itu...
Ketika setiap perempuan melarang kekashinya merokok, minum, dan berteman dengan banyak perempuan...jangankan melarang, menegur pun aku merasa tak berhak karena aku juga minim, merokok dan mempunyai banyak teman pria...hahahhahaaaaa......
Dan sampailah pada usia ketika seumuranku berkasih-kasihan
Aku biasa saja, sibuk dengan hal-hal yang membuatku bahagia...dan itu belum tentu seorang kekasih pun seorang suami. Kemudian ketika seorang pria memilih seorang wanita "baik" yang tercermin dari cara berpakaian, cara tertawa, cara tersenyum dan bertingkah laku...Aku merasa bahwa aku wanita berbeda. Aku tak memiliki itu semua, tapi hatiku tidak bisa dilihat oelh sembarang pria..
Kamis, 04 November 2010
seperti roller coaster
Berputar...berputar...
mlengkuer..mlengkuer
lambat, lebih cepat, cepat sekali
wushhhhhhh...wushhhhhhhh
aku teriak-teriak saat pertama kali mencoba menaiki salah satu wahana permainan yang diberi nama roller coaster, di salah tempat wisata terkenal di Indonesia. Aku berpegangan erat pada pengaman -seerat aku memegang balon biar nggak meletus-
aku menjerit-jerit juga ketika roller coaster itu melaju lebih cepat, lebih cepat, dan sangat cepat.
naik, turun...serasa dihempaskan...jantung ditarik ulur seperti layang-layang yang sedang diperlombakan.
saat itu aku berharap agar permainan cepat selesai, cepat diakhiri. Lalu ketika perminan itu benar-benar berakhir...fiuhhhhhhh..aku bernafas lega...selamat riwayatku...dan aku kembali tersenyum ceria walau tampang masih pucat.
Lalu, seperti itulah hidup
seperti itulah kisah dari setiap cinta
yang bisa dilakukan, hanya menikmatinya saja...
mlengkuer..mlengkuer
lambat, lebih cepat, cepat sekali
wushhhhhhh...wushhhhhhhh
aku teriak-teriak saat pertama kali mencoba menaiki salah satu wahana permainan yang diberi nama roller coaster, di salah tempat wisata terkenal di Indonesia. Aku berpegangan erat pada pengaman -seerat aku memegang balon biar nggak meletus-
aku menjerit-jerit juga ketika roller coaster itu melaju lebih cepat, lebih cepat, dan sangat cepat.
naik, turun...serasa dihempaskan...jantung ditarik ulur seperti layang-layang yang sedang diperlombakan.
saat itu aku berharap agar permainan cepat selesai, cepat diakhiri. Lalu ketika perminan itu benar-benar berakhir...fiuhhhhhhh..aku bernafas lega...selamat riwayatku...dan aku kembali tersenyum ceria walau tampang masih pucat.
Lalu, seperti itulah hidup
seperti itulah kisah dari setiap cinta
yang bisa dilakukan, hanya menikmatinya saja...
Jumat, 29 Oktober 2010
Bagaimana aku tidak cinta???
Satu pesan singkat masuk ke dalam telpon genggamku. Pesan itu dari darinya. Pesan itu masuk tiba-tiba.
"Kamu dimana?" bunyi pesan itu.
Kemudian aku jawab kalau aku masih bersama teman-teman, sibuk menyelesaikan pekerjaan.
"Dimana?" pesan singkatnya tiba lagi.
Lalu aku menjelaskan keberadaanku.
"Oke tunggu aku". Itu bunyi pesannya yang terakhir sebelum akhirnya kami bertemu.
Bukan satu atau dua jam dia menemaniku. Bahkan ketika mataku sudah tidak kuat menahan kantuk, dia membangunkan, memberikan semangat agar aku tetap terjaga dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Akhirnya tunai sudah pekerjaan hari ini. Aku kembali ke rumah dengan tampang kuyu kelelahan. Dia masih bersamaku, menemaniku. Aku tahu dirinya juga sama denganku. Bahkan mungkin lebih lelah...
"Terima kasih untuk malam ini" kataku.
"Terima kasih kembali", katanya.
"I love you" kataku. Dia tertawa terbahak-bahak, dan aku juga. Kami saling mencium tangan sebagai tanda perpisahan. Tentunya untuk bertemu kembali...
"Aku pergi sebentar" kataku.
"Kemana?" tanyanya.
"Mau ketemu orang. Sebentar ya....". Dan akupun berlalu.
"Aku mau ketemu" kataku.
"Jangan sekarang, aku masih sibuk".
"Oke, 2 jam lagi ya" pintaku.
Dua jam berlalu, dan kami pun bertemu. Tidak hanya berdua, karena ada beberapa teman yang ikut serta. Kami semua tertawa, bercanda seperti keluarga, seperti sudah lama kenal, seperti sahabat lama yang berjumpa kembali.
"Ini buat kalian" katanya kepada teman-teman yang ada di situ, dan tidak kepadaku.
"Sudah aku kirim" katanya tiba-tiba dalam telpon.
"Haaaa...secepat itu?"
"Hmmm...standartlah...semoga bisa membantumu. Apa yang salah tolong diperbaiki lagi ya. Itu sudah aku koreksi. Semangat terus oke...."
Aku buka situs jejaring sosial, dan aku lihat ada beberapa pesan darinya.
Ku baca sebentar. Lalu aku buka surat elektronik via internet. Ada beberapa pesan darinya...
Aku baca...dan pesan itu sangat membantuku...
Lalu apalagi?
Lalu bagaimana aku tidak mencintaimu?
"Kamu dimana?" bunyi pesan itu.
Kemudian aku jawab kalau aku masih bersama teman-teman, sibuk menyelesaikan pekerjaan.
"Dimana?" pesan singkatnya tiba lagi.
Lalu aku menjelaskan keberadaanku.
"Oke tunggu aku". Itu bunyi pesannya yang terakhir sebelum akhirnya kami bertemu.
Bukan satu atau dua jam dia menemaniku. Bahkan ketika mataku sudah tidak kuat menahan kantuk, dia membangunkan, memberikan semangat agar aku tetap terjaga dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Akhirnya tunai sudah pekerjaan hari ini. Aku kembali ke rumah dengan tampang kuyu kelelahan. Dia masih bersamaku, menemaniku. Aku tahu dirinya juga sama denganku. Bahkan mungkin lebih lelah...
"Terima kasih untuk malam ini" kataku.
"Terima kasih kembali", katanya.
"I love you" kataku. Dia tertawa terbahak-bahak, dan aku juga. Kami saling mencium tangan sebagai tanda perpisahan. Tentunya untuk bertemu kembali...
"Aku pergi sebentar" kataku.
"Kemana?" tanyanya.
"Mau ketemu orang. Sebentar ya....". Dan akupun berlalu.
"Aku mau ketemu" kataku.
"Jangan sekarang, aku masih sibuk".
"Oke, 2 jam lagi ya" pintaku.
Dua jam berlalu, dan kami pun bertemu. Tidak hanya berdua, karena ada beberapa teman yang ikut serta. Kami semua tertawa, bercanda seperti keluarga, seperti sudah lama kenal, seperti sahabat lama yang berjumpa kembali.
"Ini buat kalian" katanya kepada teman-teman yang ada di situ, dan tidak kepadaku.
"Sudah aku kirim" katanya tiba-tiba dalam telpon.
"Haaaa...secepat itu?"
"Hmmm...standartlah...semoga bisa membantumu. Apa yang salah tolong diperbaiki lagi ya. Itu sudah aku koreksi. Semangat terus oke...."
Aku buka situs jejaring sosial, dan aku lihat ada beberapa pesan darinya.
Ku baca sebentar. Lalu aku buka surat elektronik via internet. Ada beberapa pesan darinya...
Aku baca...dan pesan itu sangat membantuku...
Lalu apalagi?
Lalu bagaimana aku tidak mencintaimu?
Kamis, 28 Oktober 2010
Tentang Yang Diluar Dugaan
Betapa di dunia ini penuh kejutan
yang tidak pernah terduga terjadi
hadir dan menyapa diri begitu dekat
begitu lekat
Salah siapa jika semua terjadi?
Ah....lebih baik tak usah dipertanyakan
toh kehadirannya bukan suatu kesalahan
toh yang terjadi sudah pasti dikehendaki
dan kita ini hanya menjalani
Lalu semua ini tak mungkin rekayasa
Ketika ada yang datang dan kemudian ada yang pergi
sama
Katika ada perjumpaan kemudian berpisah
dan kebersamaan terasa mempesona
karena tidak pernah diduga sebelumnya
yang tidak pernah terduga terjadi
hadir dan menyapa diri begitu dekat
begitu lekat
Salah siapa jika semua terjadi?
Ah....lebih baik tak usah dipertanyakan
toh kehadirannya bukan suatu kesalahan
toh yang terjadi sudah pasti dikehendaki
dan kita ini hanya menjalani
Lalu semua ini tak mungkin rekayasa
Ketika ada yang datang dan kemudian ada yang pergi
sama
Katika ada perjumpaan kemudian berpisah
dan kebersamaan terasa mempesona
karena tidak pernah diduga sebelumnya
Jumat, 22 Oktober 2010
Tentang Wanita itu
Kembali aku melihat wanita itu mengunjungi cafe ini. Sebagai seorang pelayan, aku tahu benar seberapa sering wanita itu mengunjungi cafe tempatku bekerja. Setelah dia masuk, seperti biasa dia mencari tempat paling pojok dekat jendela besar yang menghadap jalan raya. Itu tempat favoritnya. Segera aku menghampiri wanita itu untuk memberikan daftar menu. Tapi ternyata dia tidak memerlukannya. Dia sudah hapal betul menu-menunya. Hari ini dia memilih secangkir coklat hangat dan sepiring onion ring. "Baiklah, tunggu sebentar," kataku kemudian aku segera berlalu ke dapur. sambil menunggu, sengaja aku mengamati wanita itu. setelah membolak-balik koran yang dibawanya, dia segera membuka laptop. Tampak dia mengetik sesuatu dengan santai sambil sesekali tersenyum sendiri. Entah dia mengetik apa dalam laptopnya.
Aku tidak pernah minta dilahirkan sebagai wanita. Pun aku tidak tahu akan lahir melalui rahim siapa. Tampaknya sih aku bahagia. Tapi tidak juga. Tapi tidak bagus juga merasa paling menderita di dunia karena kenyataannya lebih banyak orang yang menderita dan penderitaannya melebihi penderitaanku. kalau begitu ku simpulkan saja bahwa tiap-tiap orang mempunyai penderitaan yang berbeda-beda...
Hari-hari ini aku merasa berada di bawah tekanan. Pekerjaan, tugas kuliah, tugas rumah...hahahhaha...rumah orangtua lebih tepatnya. Aku sih sudah membeli rumah, tapi mungkin lebih tepatnya rumah yang berfungsi seperti villa. Aku hanya menempatinya seminggu sekali. kadang sendirian, kadang bersama teman-teman. Ya....aku hanya punya teman-teman. entahlah, apa yang terjadi jika satu persatu teman-temanku itu menikah dan mereka sibuk dengan keluarganya. Aku menikah juga nggak ya??? hahahahaha....belum terpikirkan...kisah asmaraku morat-marit, tapi untung saja pekerjaan dan kuliahku baik-baik saja. Apa jadinya kalau soal asmara morat-marit begitu juga dengan pekerjaan??? Jadilah aku manusia paling menderita di dunia ini...Tapi aku tak akan pernah menderita, karena aku punya teman setia...entahlah, mungkin ini suatu perspektif yang salah, tapi toh aku merasa baik-baik saja ketika ada dia. ya..aku mengerti norma sosial pun dari segi kesehatan selalu berpesan tak baik jika terlalu dekat dengan si putih dan teman-temannya, termasuk si putihku. tapi mereka tak tahu apa-apa. mereka tak pernah menanyakan kenapa aku suka dekat-dekat dengan si putih. Cuma dia yang bisa membuatku nyaman. Tapi itu sekarang lho ya... entah besuk, entah lusa...apapun yang namanya ketergantungan itu tidak baikkan? dan aku menyadarinya...besuk atau lusa, aku yang akan meninggalkannya...dan aku yakin putih akan baik-baik saja..
"Mbak ini pesanannya," kataku.
"Oh..iya terima kasih. Ini...ambillah"
Wanita itu menyodorkan beberapa lembar uang dan sebungkus rokok. Aku menerima, mengucapkan terima kasih dan mohon pamit. Setelah aku kembali ke meja bar, aku melihat wanita itu membuka tas, mengambil sebungkus rokok, membukanya dan mengambil satu batang untuk diselipkan di dalam bibirnya yang berhias lipstick mahal...mungkin rokok yang ada di bibirnya itu juga rokok mahal. Beberapa saat kemudian kembali dia tenggelam bersama laptopnya....
Aku tidak pernah minta dilahirkan sebagai wanita. Pun aku tidak tahu akan lahir melalui rahim siapa. Tampaknya sih aku bahagia. Tapi tidak juga. Tapi tidak bagus juga merasa paling menderita di dunia karena kenyataannya lebih banyak orang yang menderita dan penderitaannya melebihi penderitaanku. kalau begitu ku simpulkan saja bahwa tiap-tiap orang mempunyai penderitaan yang berbeda-beda...
Hari-hari ini aku merasa berada di bawah tekanan. Pekerjaan, tugas kuliah, tugas rumah...hahahhaha...rumah orangtua lebih tepatnya. Aku sih sudah membeli rumah, tapi mungkin lebih tepatnya rumah yang berfungsi seperti villa. Aku hanya menempatinya seminggu sekali. kadang sendirian, kadang bersama teman-teman. Ya....aku hanya punya teman-teman. entahlah, apa yang terjadi jika satu persatu teman-temanku itu menikah dan mereka sibuk dengan keluarganya. Aku menikah juga nggak ya??? hahahahaha....belum terpikirkan...kisah asmaraku morat-marit, tapi untung saja pekerjaan dan kuliahku baik-baik saja. Apa jadinya kalau soal asmara morat-marit begitu juga dengan pekerjaan??? Jadilah aku manusia paling menderita di dunia ini...Tapi aku tak akan pernah menderita, karena aku punya teman setia...entahlah, mungkin ini suatu perspektif yang salah, tapi toh aku merasa baik-baik saja ketika ada dia. ya..aku mengerti norma sosial pun dari segi kesehatan selalu berpesan tak baik jika terlalu dekat dengan si putih dan teman-temannya, termasuk si putihku. tapi mereka tak tahu apa-apa. mereka tak pernah menanyakan kenapa aku suka dekat-dekat dengan si putih. Cuma dia yang bisa membuatku nyaman. Tapi itu sekarang lho ya... entah besuk, entah lusa...apapun yang namanya ketergantungan itu tidak baikkan? dan aku menyadarinya...besuk atau lusa, aku yang akan meninggalkannya...dan aku yakin putih akan baik-baik saja..
"Mbak ini pesanannya," kataku.
"Oh..iya terima kasih. Ini...ambillah"
Wanita itu menyodorkan beberapa lembar uang dan sebungkus rokok. Aku menerima, mengucapkan terima kasih dan mohon pamit. Setelah aku kembali ke meja bar, aku melihat wanita itu membuka tas, mengambil sebungkus rokok, membukanya dan mengambil satu batang untuk diselipkan di dalam bibirnya yang berhias lipstick mahal...mungkin rokok yang ada di bibirnya itu juga rokok mahal. Beberapa saat kemudian kembali dia tenggelam bersama laptopnya....
Selasa, 19 Oktober 2010
Yang Tidak Pernah Mengatakan "Aku Mencintaimu"
Mereka ditakdirkan bersamaku,
merangkai kisah entah sampai kapan,
kadang ku uikir cerita sendiri diam-diam,
tapi mereka selalu bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Mereka bertanya, karena mereka cinta.
Aku berjalan kemana aku ingin pergi.
Tertawa ketika ada kegembiraan,
Menangis jika airmata sedang dibutuhkan,
Bercerita ketika ada sesuatu yang ingin aku bagi.
Aku membaginya karena aku cinta.
Dia mendengar setiap berkeluh-kesah.
Namun mengingatkan tak semua kisah harus dibagi., "Rahasiakan yang perlu dirahasiakan".
Menemani ketika hari hampir pagi dan tubuh menjelang lelah.
Memberikan kejutan-kejutan sederhana yang mempesona.
Tapi dia tidak pernah berkata, "Aku mencintaimu"
Jadi aku tidak perlu bertanya, "Kapan lagi kau bilang I love you?"
merangkai kisah entah sampai kapan,
kadang ku uikir cerita sendiri diam-diam,
tapi mereka selalu bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Mereka bertanya, karena mereka cinta.
Aku berjalan kemana aku ingin pergi.
Tertawa ketika ada kegembiraan,
Menangis jika airmata sedang dibutuhkan,
Bercerita ketika ada sesuatu yang ingin aku bagi.
Aku membaginya karena aku cinta.
Dia mendengar setiap berkeluh-kesah.
Namun mengingatkan tak semua kisah harus dibagi., "Rahasiakan yang perlu dirahasiakan".
Menemani ketika hari hampir pagi dan tubuh menjelang lelah.
Memberikan kejutan-kejutan sederhana yang mempesona.
Tapi dia tidak pernah berkata, "Aku mencintaimu"
Jadi aku tidak perlu bertanya, "Kapan lagi kau bilang I love you?"
Jumat, 15 Oktober 2010
Tentang Sahabat Lama yang Hilang
Tentang dia, seorang sahabat lama yang hilang.
yang meyakini bahwa aku wanita terbaik yang pernah dikenalnya.
Tentang dia, yang pernah menggairahkan hari-hariku, waktu itu.
yang datang tiba-tiba.
Tentang dia, laki-laki, sahabat lama yang saat ini tidak pernah berkabar lagi.
yang menyadari bahwa ruang tak akan pernah bisa menjadi batas
bagi setiap hati.
Tentang dia, yang menyadari bahwa dalam hidup selalu ada perbedaan.
meskipun perbedaan itu indah, tetapi berbeda tetaplah berbeda.
kenyataan berkata seperti itu.
Tentang dia, sahabat lama yang berada di negara seberang
meski hanya berbeda waktu satu jam.
Namun saat ini, aku tidak bisa meminta waktunya lagi,
meski hanya satu jam, meski hanya untuk berkabar padaku.
Ini tentang sahabat lama yang sudah lama tidak mengirim kabar.
dan aku rindu mendengar kabarnya,
Ini tentang sahabat lama,
meski dia laki-laki yang pernah menyatakan cinta
namun dia tetap sahabat saya,
sahabat yang sudah lama tidak mengirimkan kabar
yang meyakini bahwa aku wanita terbaik yang pernah dikenalnya.
Tentang dia, yang pernah menggairahkan hari-hariku, waktu itu.
yang datang tiba-tiba.
Tentang dia, laki-laki, sahabat lama yang saat ini tidak pernah berkabar lagi.
yang menyadari bahwa ruang tak akan pernah bisa menjadi batas
bagi setiap hati.
Tentang dia, yang menyadari bahwa dalam hidup selalu ada perbedaan.
meskipun perbedaan itu indah, tetapi berbeda tetaplah berbeda.
kenyataan berkata seperti itu.
Tentang dia, sahabat lama yang berada di negara seberang
meski hanya berbeda waktu satu jam.
Namun saat ini, aku tidak bisa meminta waktunya lagi,
meski hanya satu jam, meski hanya untuk berkabar padaku.
Ini tentang sahabat lama yang sudah lama tidak mengirim kabar.
dan aku rindu mendengar kabarnya,
Ini tentang sahabat lama,
meski dia laki-laki yang pernah menyatakan cinta
namun dia tetap sahabat saya,
sahabat yang sudah lama tidak mengirimkan kabar
Senin, 11 Oktober 2010
Hmmm.....
ketika matahari tak juga mampu membangunkanku
kamu cukup mengecup keningku
caramu membangunkanku
dengan tidak tergesa.
ketika aku tidak sendirian di dapur
karena kamu membantuku meracik semua yang kita mau.
ketika kamu ijinkan aku tertawa melepas lelah
tak hanya dengan dirimu saja
"sisihkan waktumu untuk teman-temanmu juga".
ketika kita sama-sama menatap layar monitor
meski di tempat berbeda
sambil berkirim pesan elektronik penuh cinta
dan perasaan dipenuhi rindu diam-diam
ketika aku sampai di pembaringan kamu bekata,
"besok bangun lebih siang saja"
"kenapa?"
"malam ini kita akan bercinta lebih lama dari biasanya"
--tidak ada yang perlu diubah, tetaplah saling mengerti, itu saja --
kamu cukup mengecup keningku
caramu membangunkanku
dengan tidak tergesa.
ketika aku tidak sendirian di dapur
karena kamu membantuku meracik semua yang kita mau.
ketika kamu ijinkan aku tertawa melepas lelah
tak hanya dengan dirimu saja
"sisihkan waktumu untuk teman-temanmu juga".
ketika kita sama-sama menatap layar monitor
meski di tempat berbeda
sambil berkirim pesan elektronik penuh cinta
dan perasaan dipenuhi rindu diam-diam
ketika aku sampai di pembaringan kamu bekata,
"besok bangun lebih siang saja"
"kenapa?"
"malam ini kita akan bercinta lebih lama dari biasanya"
--tidak ada yang perlu diubah, tetaplah saling mengerti, itu saja --
Tentang Terpesona
Terpesona, ku pada pandangan pertama,
dan tak kuasa menahan rinduku,
senyumanmu,
selalu menghiasi mimpiku
ingin ku peluk dan ku kecup keningmu...
Itu cuplikan syair sebuah lagu.
Ya nggak segitunya juga kali....aku terpesona, ya biasa saja. Ingin tahu nama dan identitas-identitas lain yang sewajarnya. Nggak sampai terbawa mimpi apalagi pingin mengecup kening dan lain-lain.
Dan yang mempesonaku biasanya orang biasa. Tampang biasa, penampilan biasa, kelakuan biasa, semuanya biasa...oleh karen itu jangan tanya kenapa...
Dan yang bisa membuatku terpesona pasti "orang yang luar biasa". Entahlah, aku selalu berkeyakinan demikian. Jangan tanya "luar biasa" seperti apa, karena aku juga nggak tahu jawabannya...
Terpesona dengan hal-hal yang apa adanya. Mau jelek, busuk bagi orang lain...ya terserah...
dan tak kuasa menahan rinduku,
senyumanmu,
selalu menghiasi mimpiku
ingin ku peluk dan ku kecup keningmu...
Itu cuplikan syair sebuah lagu.
Ya nggak segitunya juga kali....aku terpesona, ya biasa saja. Ingin tahu nama dan identitas-identitas lain yang sewajarnya. Nggak sampai terbawa mimpi apalagi pingin mengecup kening dan lain-lain.
Dan yang mempesonaku biasanya orang biasa. Tampang biasa, penampilan biasa, kelakuan biasa, semuanya biasa...oleh karen itu jangan tanya kenapa...
Dan yang bisa membuatku terpesona pasti "orang yang luar biasa". Entahlah, aku selalu berkeyakinan demikian. Jangan tanya "luar biasa" seperti apa, karena aku juga nggak tahu jawabannya...
Terpesona dengan hal-hal yang apa adanya. Mau jelek, busuk bagi orang lain...ya terserah...
Rabu, 06 Oktober 2010
Tentang Anda
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu bangga?
sekian puluh tahun kita lewati suka duka.
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu setia?
menjalani semua dengan ikhlas dan apa adanya.
Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi tidak akan mengubah garis takdir kita.
Yang Maha mempertemukan kita dengan cara seperti ini.
Anda harus tahu bahwa saya bahagia meski hidup kita tidak sempurna.
karena saya begitu bangga, begitu bahagia
sekarang saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi saya tahu apa yang harus dilakukan
ketika tuduhan Anda tidak terbukti
itu saja....
sekian puluh tahun kita lewati suka duka.
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu setia?
menjalani semua dengan ikhlas dan apa adanya.
Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi tidak akan mengubah garis takdir kita.
Yang Maha mempertemukan kita dengan cara seperti ini.
Anda harus tahu bahwa saya bahagia meski hidup kita tidak sempurna.
karena saya begitu bangga, begitu bahagia
sekarang saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi saya tahu apa yang harus dilakukan
ketika tuduhan Anda tidak terbukti
itu saja....
Senin, 04 Oktober 2010
Cerita Malam
Hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Malam ini juga seperti malam-malam sebelumnya.
kami saling menyapa walau sedikit aku paksa.
entahlah, aku menyukainya -maksudku ketika saling menyapa-. Mungkin benar apa yang ditulis temanku dalam status facebooknya tempo hari. Bahwa ketika seorang wanita -yang sudah pacar- dekat dengan laki-laki lain, bukan berarti dia berniat untuk selingkuh, tapi dia hanya merindukan sosok yang tidak ditemui pada diri kekasihnya.
Harusnya tidak begitu juga, harusnya ada sebuah pengertian, ada sebuah penerimaan akan kekurangan-kekurangan. Akhhhh...tetapi siapa yang mengerti akan sebuah kebutuhan selain diri kita sendiri? Celakanya, sering kita tidak sadar akan kebutuhan kita -tentunya bukan kebutuhan soal materi-
Dan mungkin seperti itu juga yang sedang aku alami. Tidak, kekasihku bukan orang jahat. Bersamanya aku ingin selalu bersama. Sungguh. Namun...yaaaa...mungkin ada beberapa hal yang mungkin tidak terlalu dirisaukannya yang justru sebaliknya bagiku. Dan celakanya, itu ku temukan dalam diri pria lain. Tapi sekali lagi, bukan berarti aku tidak mencintai kekasihku. Sungguh bersamanya aku ingin selalu bersama...
Kekasihku yang tidak sempurna, sama dengan diriku juga...Jadi buat apa juga menuntut sesuatu yang sulit dipenuhi, toh aku juga tidak suka jika aku dituntut ini-itu yang itu tidak mungkin aku penuhi juga.
Mungkin aku sedang rindu...
bee, aku tahu mungkin kamu tak akan pernah bisa melakukan seperti yang dia lakukan. Tapi aku juga tahu, sangat tahu bahwa kamu telah melakukan yang terbaik semampumu. Jadi, ku titipkan cahaya hatiku lalu jagalah agar tetap bersinar, semampu kamu menjaganya...percayalah, ketika kita bersama, aku selalu cinta...
Ku tutup buku harian, lalu ku pandangi tiruan bintang yang menghiasi langit-langit kamarku....
berharap seekor lebah menyengatku, dan lebah itu adalah kekasihku...
kami saling menyapa walau sedikit aku paksa.
entahlah, aku menyukainya -maksudku ketika saling menyapa-. Mungkin benar apa yang ditulis temanku dalam status facebooknya tempo hari. Bahwa ketika seorang wanita -yang sudah pacar- dekat dengan laki-laki lain, bukan berarti dia berniat untuk selingkuh, tapi dia hanya merindukan sosok yang tidak ditemui pada diri kekasihnya.
Harusnya tidak begitu juga, harusnya ada sebuah pengertian, ada sebuah penerimaan akan kekurangan-kekurangan. Akhhhh...tetapi siapa yang mengerti akan sebuah kebutuhan selain diri kita sendiri? Celakanya, sering kita tidak sadar akan kebutuhan kita -tentunya bukan kebutuhan soal materi-
Dan mungkin seperti itu juga yang sedang aku alami. Tidak, kekasihku bukan orang jahat. Bersamanya aku ingin selalu bersama. Sungguh. Namun...yaaaa...mungkin ada beberapa hal yang mungkin tidak terlalu dirisaukannya yang justru sebaliknya bagiku. Dan celakanya, itu ku temukan dalam diri pria lain. Tapi sekali lagi, bukan berarti aku tidak mencintai kekasihku. Sungguh bersamanya aku ingin selalu bersama...
Kekasihku yang tidak sempurna, sama dengan diriku juga...Jadi buat apa juga menuntut sesuatu yang sulit dipenuhi, toh aku juga tidak suka jika aku dituntut ini-itu yang itu tidak mungkin aku penuhi juga.
Mungkin aku sedang rindu...
bee, aku tahu mungkin kamu tak akan pernah bisa melakukan seperti yang dia lakukan. Tapi aku juga tahu, sangat tahu bahwa kamu telah melakukan yang terbaik semampumu. Jadi, ku titipkan cahaya hatiku lalu jagalah agar tetap bersinar, semampu kamu menjaganya...percayalah, ketika kita bersama, aku selalu cinta...
Ku tutup buku harian, lalu ku pandangi tiruan bintang yang menghiasi langit-langit kamarku....
berharap seekor lebah menyengatku, dan lebah itu adalah kekasihku...
Minggu, 03 Oktober 2010
Kamu dan Aku
Ini aku,
menunggumu setiap sore di depan layar elektronik
berharap dapat saling menyapa walau tak lama
merasakan setiap tetes air hujan sebagai suatu keromatisan
berharap suatu saat dapat menikmatinya bersama
Ini kamu,
mempercayaiku sepenuh hati
bahkan ketika aku sedang bersama orang lain
berpesan agar tidak bermain-main dengan air hujan
dan segera pulang
Aku dan Kamu
seperti magnet yang berbeda kutub
dan itu mengapa aku memilihmu
hanya satu yang aku mau: semoga waktu selalu berpihak padaku...
*untuk bee...yang aku selalu ingin bersamanya
menunggumu setiap sore di depan layar elektronik
berharap dapat saling menyapa walau tak lama
merasakan setiap tetes air hujan sebagai suatu keromatisan
berharap suatu saat dapat menikmatinya bersama
Ini kamu,
mempercayaiku sepenuh hati
bahkan ketika aku sedang bersama orang lain
berpesan agar tidak bermain-main dengan air hujan
dan segera pulang
Aku dan Kamu
seperti magnet yang berbeda kutub
dan itu mengapa aku memilihmu
hanya satu yang aku mau: semoga waktu selalu berpihak padaku...
*untuk bee...yang aku selalu ingin bersamanya
Sabtu, 02 Oktober 2010
Take 1# The Fam
Tak Bisa
Lari dari diriku
bukanlah hal yang tepat untukmu
setelah hancurkan aku
kau kini tinggalkan aku
Kau buatku merana
kau buat aku kecewa
Kau tak pantas aku kenang
Meskipun engkau rupawan
Kini kau punya yang baru
yang lebih dari diriku
ingin ku bunuh pacarmu
yang namanya ku tak tahu
Tapi biarlah Tuhan yang 'kan membalas semua itu
Kelakuan busuk ini
seharusnya kau sadari
Kadang setan pengaruhi pikiranku
dan juga imanku
ingin ku bunuh pacarmu
ketika dia bersama dirimu
Tapi ku tak bisa
Tapi ku tak mau
Terbuang
Senjaku kini pergu
Tiada yang menghampiri
Kalut tiada henti
Aku tak terkendali
Senjaku ki muram
Ku rasa tak bertahan
Luluh lebur lenyap hilang
Samar-samar tak terpandang
Aku tak bisa pulang
Ku merasa sendirian
Hidup yang terasa muram
Cakrawala tak terbentang
Dimana senjaku, dimana hidupku
yang akan temani aku
Apakah telah mati, atau 'kan kembali
menghampiri ku lagi
dan 'kan berjanji
Hariku kini terasa sepi
Hariku kini terasa sunyi
Dimana ku cari yang telah pergi
Dimana ku cari arti hidup ini
Lari dari diriku
bukanlah hal yang tepat untukmu
setelah hancurkan aku
kau kini tinggalkan aku
Kau buatku merana
kau buat aku kecewa
Kau tak pantas aku kenang
Meskipun engkau rupawan
Kini kau punya yang baru
yang lebih dari diriku
ingin ku bunuh pacarmu
yang namanya ku tak tahu
Tapi biarlah Tuhan yang 'kan membalas semua itu
Kelakuan busuk ini
seharusnya kau sadari
Kadang setan pengaruhi pikiranku
dan juga imanku
ingin ku bunuh pacarmu
ketika dia bersama dirimu
Tapi ku tak bisa
Tapi ku tak mau
Terbuang
Senjaku kini pergu
Tiada yang menghampiri
Kalut tiada henti
Aku tak terkendali
Senjaku ki muram
Ku rasa tak bertahan
Luluh lebur lenyap hilang
Samar-samar tak terpandang
Aku tak bisa pulang
Ku merasa sendirian
Hidup yang terasa muram
Cakrawala tak terbentang
Dimana senjaku, dimana hidupku
yang akan temani aku
Apakah telah mati, atau 'kan kembali
menghampiri ku lagi
dan 'kan berjanji
Hariku kini terasa sepi
Hariku kini terasa sunyi
Dimana ku cari yang telah pergi
Dimana ku cari arti hidup ini
Jumat, 01 Oktober 2010
Tentang Waktu
Tentang waktu yang tidak pernah bisa terduga,
Tentang waktu yang membuatmu ada,
bertahan di sini bersamaku,
dan entah berapa lama,
kemudian pergi.
Tentang waktu yang aku tunggu.
Tentang waktu yang memberiku kesempatan
bersama dan tertawa,
Tentang waktu yang kau berikan padaku
Tentang waktu yang tak dapat ku tahan lajunya.
Tentang waktu yang membuat mengada
pun berlalu
*backsound Phil Collins, True Colours
Tentang waktu yang membuatmu ada,
bertahan di sini bersamaku,
dan entah berapa lama,
kemudian pergi.
Tentang waktu yang aku tunggu.
Tentang waktu yang memberiku kesempatan
bersama dan tertawa,
Tentang waktu yang kau berikan padaku
Tentang waktu yang tak dapat ku tahan lajunya.
Tentang waktu yang membuat mengada
pun berlalu
*backsound Phil Collins, True Colours
Minggu, 26 September 2010
Aku ibunya....
Aku ibunya. Ku berikan materi cukup, kasih sayang cukup...namun sayang sekali meski dia adalah darah dagingku tapi kami diciptakan dengan kepribadian yg berbeda. Kemudian kesepakatan yang menjadi kuncinya tidak pernah kami temukan. Bukannya aku tak tahu jika tengah malam dia menangis diam-diam memeluk gulingnya. Bukan tidak ku nantikan dia bercerita, berkeluh kesah. selalu...dan selalu ku nantikan. Tapi dia tidak pernah berkeluh kesah tentang apapun. Entahlah, aku juga tidak mengerti. Bagaimana mungkin setiap malam dia menangis diam-diam, namun tidak pernah keluar sedikitpun keluhan dari bibirnya.
Hingga beberapa waktu kemudian aku harus menerima kenyataan bahwa dia tidak memilihku sebagai tempatnya berkeluh kesah. Dia lebih memilih orang lain, wanita lain, ataupun pria lain.
Sekian waktu coba ku pahami mengapa hal itu terjadi. Aku coba introspeksi diri. Mungkinkah aku yg terlalu kolot sehingga tidak memahami kehidupan anak sekarang? Ah..tapi rasanya tak mungkin. Kelahiranku hanya dua puluh tahun lebih cepat dari kelahirannya. Berbagai pertanyaan yang tidak pernah terjawab berlarian dalam benakku. Pertanyaan apakah dia baik-baik saja selalu tidak pernah ku temukan jawaban pasti dari bibirnya.
Sekali lagi kunyatakan bahwa aku ini ibunya. Namun sepertinya, aku ibu yang tidak tahu apa-apa...
Hingga beberapa waktu kemudian aku harus menerima kenyataan bahwa dia tidak memilihku sebagai tempatnya berkeluh kesah. Dia lebih memilih orang lain, wanita lain, ataupun pria lain.
Sekian waktu coba ku pahami mengapa hal itu terjadi. Aku coba introspeksi diri. Mungkinkah aku yg terlalu kolot sehingga tidak memahami kehidupan anak sekarang? Ah..tapi rasanya tak mungkin. Kelahiranku hanya dua puluh tahun lebih cepat dari kelahirannya. Berbagai pertanyaan yang tidak pernah terjawab berlarian dalam benakku. Pertanyaan apakah dia baik-baik saja selalu tidak pernah ku temukan jawaban pasti dari bibirnya.
Sekali lagi kunyatakan bahwa aku ini ibunya. Namun sepertinya, aku ibu yang tidak tahu apa-apa...
Temanku dan Waktu
Beberapa waktu yang lalu, ku lalui banyak hal bersama temanku.
hal yang paling terdalam dibagikan.
pelukan paling hangat tercurah tanpa harapan.
sapaan dan cibiran pun saling terkatakan.
waktu membawa kami untuk mencari apa yang kami mau.
apa yang kami tuju.
waktu menggiring kami untuk menemukan tawa yang abadi.
waktu juga telah menunjukkan banyak hal yang berbeda.
dan (mungkin) kami telah menemukannya.
bahwa tidak harus sama dalam segala hal.
tidak butuh kesamaan untuk persahabatan.
dan aku tahu sekarang pun dia masih tertawa.
aku pikir dia juga bahagia.
seperti aku.
kini yang melihatnya bahagia lewat tawanya.
hal yang paling terdalam dibagikan.
pelukan paling hangat tercurah tanpa harapan.
sapaan dan cibiran pun saling terkatakan.
waktu membawa kami untuk mencari apa yang kami mau.
apa yang kami tuju.
waktu menggiring kami untuk menemukan tawa yang abadi.
waktu juga telah menunjukkan banyak hal yang berbeda.
dan (mungkin) kami telah menemukannya.
bahwa tidak harus sama dalam segala hal.
tidak butuh kesamaan untuk persahabatan.
dan aku tahu sekarang pun dia masih tertawa.
aku pikir dia juga bahagia.
seperti aku.
kini yang melihatnya bahagia lewat tawanya.
Nanananananana........
tidak mengapa aku bukanlah super star.
asal mampukan aku untuk menerangi hati orang-orang yang aku sayang.
tidak mengapa aku tidak memiliki paras yang menawan.
asal aku dimampukan untuk memberikan senyum yang tulus.
tidak mengapa aku tidak diberikan badan yang tinggi semampai.
asal aku diberikan kekuatan menopang setiap kepala yang bersandar di bahuku.
tidak mengapa aku tidak diberikan kulit yang putih mulus.
asal aku selalu mempunyai kesempatan untuk menyentuh setiap hati yang gundah.
tidak mengapa aku tidak diberikan kekayaan yang melimpah.
karena pengalaman sepanjang usia adalah kekayaan yang tidak ternilai.
tidak mengapa jika aku selalu jatuh.
karena aku pasti punya kekuatan untuk berdiri kembali.
berjanji untuk memberikan yang lebih baik dan berusaha untuk tidak akan gagal lagi....
asal mampukan aku untuk menerangi hati orang-orang yang aku sayang.
tidak mengapa aku tidak memiliki paras yang menawan.
asal aku dimampukan untuk memberikan senyum yang tulus.
tidak mengapa aku tidak diberikan badan yang tinggi semampai.
asal aku diberikan kekuatan menopang setiap kepala yang bersandar di bahuku.
tidak mengapa aku tidak diberikan kulit yang putih mulus.
asal aku selalu mempunyai kesempatan untuk menyentuh setiap hati yang gundah.
tidak mengapa aku tidak diberikan kekayaan yang melimpah.
karena pengalaman sepanjang usia adalah kekayaan yang tidak ternilai.
tidak mengapa jika aku selalu jatuh.
karena aku pasti punya kekuatan untuk berdiri kembali.
berjanji untuk memberikan yang lebih baik dan berusaha untuk tidak akan gagal lagi....
Sabtu, 25 September 2010
Tentang Nama
"Apalah arti sebuah nama"
Saya ingat, waktu itu saya bertanya pada ibu saya. "Bu, kenapa saya diberi nama Doan Mitasari?". Kemudian ibu menjawab, "Doan itu artinya anak pertama, Mita itu perpaduan antara nama ibu dan nama bapak, Sari itu diartikan sebagai inti, yaitu inti dari bapak dan ibu yang ada pada dirimu.
Fenderrico-Fenderrica
sebuah nama yang saya idamkan akan menghiasi hari-hari saya kelak bersama sepasang anak kembar.
sepasang anak kembar yang lahir dari rahim saya.
sepasang anak kembar yang memiliki sifat-sifat saya dan sifat-sifat lelaki yang menjadi ayahnya.
sepasang anak kembar yang akan menjadi "duet maut" di dalam keluarga saya -meski saya belum bisa memastika kapan saya akan berkeluarga-.
Terlebih dari itu semua, Fenderrico-Fenderrica adalah tanda penghormatan kepada bapak. Bapak saya menyukai salah satu merk alat musik, Fender. Bapaklah orang pertama yang mengenalkan saya kepada musik sekaligus bapak jugalah yang setia mengomentari setiap musik yang saya mainkan. Karena bapak -karena bapak telah mengenalkan saya pada musik- saya merasa menjadi orang yang tidak hanya hidup kemudian bernafas. Lebih dari itu semua. Saya hidup, menikmati hidup, dan menikmati nafas yang membuat saya hidup.
Seperti juga Fenderrico-Fenderrica,
bersama mereka saya -lebih- menikmati hidup, -lebih- menikmati nafas yang mebuat saya -lebih- hidup...
Saya ingat, waktu itu saya bertanya pada ibu saya. "Bu, kenapa saya diberi nama Doan Mitasari?". Kemudian ibu menjawab, "Doan itu artinya anak pertama, Mita itu perpaduan antara nama ibu dan nama bapak, Sari itu diartikan sebagai inti, yaitu inti dari bapak dan ibu yang ada pada dirimu.
Fenderrico-Fenderrica
sebuah nama yang saya idamkan akan menghiasi hari-hari saya kelak bersama sepasang anak kembar.
sepasang anak kembar yang lahir dari rahim saya.
sepasang anak kembar yang memiliki sifat-sifat saya dan sifat-sifat lelaki yang menjadi ayahnya.
sepasang anak kembar yang akan menjadi "duet maut" di dalam keluarga saya -meski saya belum bisa memastika kapan saya akan berkeluarga-.
Terlebih dari itu semua, Fenderrico-Fenderrica adalah tanda penghormatan kepada bapak. Bapak saya menyukai salah satu merk alat musik, Fender. Bapaklah orang pertama yang mengenalkan saya kepada musik sekaligus bapak jugalah yang setia mengomentari setiap musik yang saya mainkan. Karena bapak -karena bapak telah mengenalkan saya pada musik- saya merasa menjadi orang yang tidak hanya hidup kemudian bernafas. Lebih dari itu semua. Saya hidup, menikmati hidup, dan menikmati nafas yang membuat saya hidup.
Seperti juga Fenderrico-Fenderrica,
bersama mereka saya -lebih- menikmati hidup, -lebih- menikmati nafas yang mebuat saya -lebih- hidup...
Tentang Laki-Laki dan Perempuan
Hari ini saya bersama beberapa kawan semasa SMP menghadiri resepsi pernikahan seorang teman yang juga teman semasa SMP kami. Lebih tepatnya ngunduh mantu. Bagi saya, acara resepsi pernikahan itu menjadi menarik karena si mempelai pria adalah teman sekelas semasa saya SMP yang "sudah berani" menikahi seorang perempuan. Teman-teman sekelas semasa saya SMP yang lain....ehhhmmm.....saya rasah saat ini semua masih berstatus bujang. Ada sih teman sekelas semasa SMP yang sudah menikah, tapi tidak dipublikasikan seperti pernikahan teman saya yang satu ini.
Dalam rangka njagong manten itu juga, saya bangun pagi dan mempersiapkan diri layangnya orang ingin njagong manten. Kurang lebih satu jam setelah saya start berdandan, kekasih saya sudah berada di teras rumah dan menanti saya. Rupanya kekasih saya yang agak malas ke acara resepsi nikahan juga berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Oke...setelah saya selesai berdandan (ceileee.....apanya yang didandani???) kami meluncur ke SMP kami dulu untuk meunggu teman-teman yang lain. kami sepakat untuk bertemu di sana. Sambil menunggu, kami mengobrol dengan "orang-orang baik" yang duu pernah memberikan kenangan indah semasa SMP. Pak satpam dan beberapa guru yang masih mengenali kami. Salah satu guru yang saya temui, akh.....beliau guru favorit saya. buka karena mata pelajaran yang diampu, bukan karena cara mengajar. Bukan......justru tidak ada hubungannya dengan pelajaran...lha justru karena beliau tidak melulu "ngomong" soal pelajaran yang diampu itulah maka saya memfavoritkan beliau. entah konteksnya karena kami akan njagong manten ataukah karena hal lain, tiba-tiba beliau bercerita tentang rumah tangga beliau....hahahahah...ternyata ada hubungannya antara rumah tangga -yang disahkan melalui lembaga perkawinan- dengan ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah....
Setelah semua berkumpul, kami pun menuju tempat resepsi pernikahan. hahahahhaha....kami yang serombongan ini ribet patungan uang sumbangan....hahahahhaha lucu sekali....urusan uang sumbangan selesai, kami masuk ke ruang resepsi, berjalan menuju pelaminan dan bersalaman dengan kedua mempelai. ketika saya bersalaman dengan mempelai wanita, mempelai wanita itu berkata kepada saya,"Kapan mbak nyusul?". Hah...nyusul kemana??? hahahahaha maksud mempelai wanita itu adalah nyusul menikah juga...saya cuma senyum-senyum saja. Habis mau dijawab apa?. Mempelai wanita itu tahu bahwa saat ini kekasih saya dulunya adalah teman semasa SMP saya yang juga teman semasa SMP suaminya....hmmmm....apa mungkin karena itu juga???? hahahahhaha.....mempelai wanita itu saya panggil mbak, walau umurnya lebih muda beberapa tahun di bawah saya. saya nggak mau dipanggil mbak cepat-cepat oleh pacar-pacar teman saya hahahahaha...Di pesta pernikahan itu, saya juga bertemu dengan gebetan masa lalu...hahahahahha....saya memang tidak salah tebak. Gebetan masa lalu saya itu sudah ada bibit ganteng sejak dia SMP, dan kini, ketika bertemu lagi...alamakkkkkkkkkk...Afgan versi tembeb.....akh...tapi tetep ganteng. Rupanya beberapa teman tahu bahwa saya pernah menggebet si teman saya itu. Mulailah bisik-bisik wanita."Lho itukan gebetan kamu waktu SMP kan, Do?". "Iya. Ganteng ya sekarang. Berati saya oke banget ya kalau lihat "bibit unggul", jawab saya. "Lha tapi kok dapetnya....." jawab teman. Hahahahahaha....teman-teman saya tidak tahu bahwa kekasih saya yang (mungkin) kalah ganteng dibanding gebetan saya semasa SMP ini bagai mutiara yang tertutup pasir hahahhahaha....Tapi sungguh saya tidak pernah tahu nantinya saya akan berpacaran dengan siapa. Seperti seorang teman saya semasa SMA. Dia cantik, diincar kakak-kakak kelas, eh...tapi ternyata bulan ini dia menikah dengan teman semasa SMA juga -yang juga teman saya- yang mungkin dulu tidak dikenalnya.....hedehhhhhhhhhhh.....
Dalam rangka njagong manten itu juga, saya bangun pagi dan mempersiapkan diri layangnya orang ingin njagong manten. Kurang lebih satu jam setelah saya start berdandan, kekasih saya sudah berada di teras rumah dan menanti saya. Rupanya kekasih saya yang agak malas ke acara resepsi nikahan juga berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Oke...setelah saya selesai berdandan (ceileee.....apanya yang didandani???) kami meluncur ke SMP kami dulu untuk meunggu teman-teman yang lain. kami sepakat untuk bertemu di sana. Sambil menunggu, kami mengobrol dengan "orang-orang baik" yang duu pernah memberikan kenangan indah semasa SMP. Pak satpam dan beberapa guru yang masih mengenali kami. Salah satu guru yang saya temui, akh.....beliau guru favorit saya. buka karena mata pelajaran yang diampu, bukan karena cara mengajar. Bukan......justru tidak ada hubungannya dengan pelajaran...lha justru karena beliau tidak melulu "ngomong" soal pelajaran yang diampu itulah maka saya memfavoritkan beliau. entah konteksnya karena kami akan njagong manten ataukah karena hal lain, tiba-tiba beliau bercerita tentang rumah tangga beliau....hahahahah...ternyata ada hubungannya antara rumah tangga -yang disahkan melalui lembaga perkawinan- dengan ilmu yang saya peroleh di bangku kuliah....
Setelah semua berkumpul, kami pun menuju tempat resepsi pernikahan. hahahahhaha....kami yang serombongan ini ribet patungan uang sumbangan....hahahahhaha lucu sekali....urusan uang sumbangan selesai, kami masuk ke ruang resepsi, berjalan menuju pelaminan dan bersalaman dengan kedua mempelai. ketika saya bersalaman dengan mempelai wanita, mempelai wanita itu berkata kepada saya,"Kapan mbak nyusul?". Hah...nyusul kemana??? hahahahaha maksud mempelai wanita itu adalah nyusul menikah juga...saya cuma senyum-senyum saja. Habis mau dijawab apa?. Mempelai wanita itu tahu bahwa saat ini kekasih saya dulunya adalah teman semasa SMP saya yang juga teman semasa SMP suaminya....hmmmm....apa mungkin karena itu juga???? hahahahhaha.....mempelai wanita itu saya panggil mbak, walau umurnya lebih muda beberapa tahun di bawah saya. saya nggak mau dipanggil mbak cepat-cepat oleh pacar-pacar teman saya hahahahaha...Di pesta pernikahan itu, saya juga bertemu dengan gebetan masa lalu...hahahahahha....saya memang tidak salah tebak. Gebetan masa lalu saya itu sudah ada bibit ganteng sejak dia SMP, dan kini, ketika bertemu lagi...alamakkkkkkkkkk...Afgan versi tembeb.....akh...tapi tetep ganteng. Rupanya beberapa teman tahu bahwa saya pernah menggebet si teman saya itu. Mulailah bisik-bisik wanita."Lho itukan gebetan kamu waktu SMP kan, Do?". "Iya. Ganteng ya sekarang. Berati saya oke banget ya kalau lihat "bibit unggul", jawab saya. "Lha tapi kok dapetnya....." jawab teman. Hahahahahaha....teman-teman saya tidak tahu bahwa kekasih saya yang (mungkin) kalah ganteng dibanding gebetan saya semasa SMP ini bagai mutiara yang tertutup pasir hahahhahaha....Tapi sungguh saya tidak pernah tahu nantinya saya akan berpacaran dengan siapa. Seperti seorang teman saya semasa SMA. Dia cantik, diincar kakak-kakak kelas, eh...tapi ternyata bulan ini dia menikah dengan teman semasa SMA juga -yang juga teman saya- yang mungkin dulu tidak dikenalnya.....hedehhhhhhhhhhh.....
Aku Suka
aku suka ketika menyapamu.
lewat cahaya matahari pagi yang tak bosan membangunkanmu.
lewat teriakan bocah-bocah kecil.
yang tertawa bahagia sambil hujan-hujanan.
aku suka ketika menunggumu di teras rumahku.
di temani beberapa ekor ikan di akuarium.
yang seperti mengejekku karan selalu menunggumu.
di temani kicauan burung.
yang seolah tak sabar mengeluarkan kicauan merdunya menyambut kehadiranmu di rumahku.
aku suka bercerita banyak hal kepadamu.
bukan seperti aku berkeluh kesah kepada ibuku.
lebih dari yang mereka pernah dengar.
pun lebih dari yang pernah engkau pikirkan.
aku suka ketika kamu berkata, "hati-hati di jalan"
aku suka ketika kamu bertanya, "tapi kamu nggak kehujanankan?"
bahkan aku suka ketika memanggilmu,"bee"
tapi kamu tidak menyahutnya....
lewat cahaya matahari pagi yang tak bosan membangunkanmu.
lewat teriakan bocah-bocah kecil.
yang tertawa bahagia sambil hujan-hujanan.
aku suka ketika menunggumu di teras rumahku.
di temani beberapa ekor ikan di akuarium.
yang seperti mengejekku karan selalu menunggumu.
di temani kicauan burung.
yang seolah tak sabar mengeluarkan kicauan merdunya menyambut kehadiranmu di rumahku.
aku suka bercerita banyak hal kepadamu.
bukan seperti aku berkeluh kesah kepada ibuku.
lebih dari yang mereka pernah dengar.
pun lebih dari yang pernah engkau pikirkan.
aku suka ketika kamu berkata, "hati-hati di jalan"
aku suka ketika kamu bertanya, "tapi kamu nggak kehujanankan?"
bahkan aku suka ketika memanggilmu,"bee"
tapi kamu tidak menyahutnya....
Rembulan, Bintang, dan Angin Malam adalah kekasihmu
rembulan selalu kau nanti setiap malam,
seusai kau selesaikan tugas-tugasmu,
seusai kau tutup buku yang kau baca,
dan seusai kau memikirkanku.
bintang selalu setia kau hitung,
tiap malam kau catat jumlahnya
dalam buku harianmu
bahkan tak ada namaku dalam buku harian itu.
"angin malam selalu setia menemaniku", katamu.
katamu juga, angin malam menyejukkan penatmu
menghapus lelahmu menjalani kahidupan
yang selalu membuatmu uring-uringan.
"mereka semua kekasihmu?", tanyaku waktu itu.
kau jawab iya.
dan aku tertunduk.
kau menggenggam tanganku tiba-tiba.
"bagiku dirimu bukan kekasih. lebih dari itu"
seusai kau selesaikan tugas-tugasmu,
seusai kau tutup buku yang kau baca,
dan seusai kau memikirkanku.
bintang selalu setia kau hitung,
tiap malam kau catat jumlahnya
dalam buku harianmu
bahkan tak ada namaku dalam buku harian itu.
"angin malam selalu setia menemaniku", katamu.
katamu juga, angin malam menyejukkan penatmu
menghapus lelahmu menjalani kahidupan
yang selalu membuatmu uring-uringan.
"mereka semua kekasihmu?", tanyaku waktu itu.
kau jawab iya.
dan aku tertunduk.
kau menggenggam tanganku tiba-tiba.
"bagiku dirimu bukan kekasih. lebih dari itu"
Surat
surat itu akhirnya terbaca ketika aku sudah berkemas, meski masih ada beberapa waktu lagi sebelum aku pergi meninggalkan hingar-bingar tempat ini.
ku buka perlahan.
surat ini ternyata darimu.
semoga aku belum terlambat...
semoga kamu juga belum terlambat untuk membaca suratku. meski hanya membaca dan tidak melakukan apa-apa. Tak apa. aku hanya ngin kamu tahu saja bahwa aku mengirimkan surat ini disaat-saat terakhir. Semoga aku belum terlambat.
kamu benar, ternyata kita tidak pernah memiliki apa-apa di dunia ini. waktupun hanya kita pinjam untuk merangkai kisah sebentar. sebentar dan samar. dan sebentar lagi kamu akan melipat surat ini kembali seperti kamu menutup ceritamu bersamaku. menutup buku harianmu yang berkisah tentang hari-hari yang terlewati. sungguh kita tidak pernah memiliki apapun. mungkin hanya kenangan. kenangan ketika kamu mengalungkan syal hangat ke leherku, membuatkan api ungun agar kita bisa menghangatkan diri bersama, menemaniku seharian keliling kota hanya untuk menikmati sore.
semoga aku belum terlambat untuk mengingatkan kisah itu padamu, yang sebentar lagi memiliki pagi yang berbeda, sore yang tidak sama, dan waktu yang mungkin tak akan terangkai seperti waktu itu.
semoga tidak terlambat untuk mengatakan ini semua.
meski ternyata memiliki akhir.
ku lipat suratmu seperti sedia kala.
ku masukkan ke dalam buku harianku yang juga terdapat gambar diammu.
ku buka perlahan.
surat ini ternyata darimu.
semoga aku belum terlambat...
semoga kamu juga belum terlambat untuk membaca suratku. meski hanya membaca dan tidak melakukan apa-apa. Tak apa. aku hanya ngin kamu tahu saja bahwa aku mengirimkan surat ini disaat-saat terakhir. Semoga aku belum terlambat.
kamu benar, ternyata kita tidak pernah memiliki apa-apa di dunia ini. waktupun hanya kita pinjam untuk merangkai kisah sebentar. sebentar dan samar. dan sebentar lagi kamu akan melipat surat ini kembali seperti kamu menutup ceritamu bersamaku. menutup buku harianmu yang berkisah tentang hari-hari yang terlewati. sungguh kita tidak pernah memiliki apapun. mungkin hanya kenangan. kenangan ketika kamu mengalungkan syal hangat ke leherku, membuatkan api ungun agar kita bisa menghangatkan diri bersama, menemaniku seharian keliling kota hanya untuk menikmati sore.
semoga aku belum terlambat untuk mengingatkan kisah itu padamu, yang sebentar lagi memiliki pagi yang berbeda, sore yang tidak sama, dan waktu yang mungkin tak akan terangkai seperti waktu itu.
semoga tidak terlambat untuk mengatakan ini semua.
meski ternyata memiliki akhir.
ku lipat suratmu seperti sedia kala.
ku masukkan ke dalam buku harianku yang juga terdapat gambar diammu.
Langganan:
Postingan (Atom)
