Aku selembar daun yang pernah berada di rantingnya.
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.
Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.
Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"
Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.
aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.
*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.
Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.
Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"
Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.
aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.
*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar