ketika matahari tak juga mampu membangunkanku
kamu cukup mengecup keningku
caramu membangunkanku
dengan tidak tergesa.
ketika aku tidak sendirian di dapur
karena kamu membantuku meracik semua yang kita mau.
ketika kamu ijinkan aku tertawa melepas lelah
tak hanya dengan dirimu saja
"sisihkan waktumu untuk teman-temanmu juga".
ketika kita sama-sama menatap layar monitor
meski di tempat berbeda
sambil berkirim pesan elektronik penuh cinta
dan perasaan dipenuhi rindu diam-diam
ketika aku sampai di pembaringan kamu bekata,
"besok bangun lebih siang saja"
"kenapa?"
"malam ini kita akan bercinta lebih lama dari biasanya"
--tidak ada yang perlu diubah, tetaplah saling mengerti, itu saja --
Senin, 11 Oktober 2010
Tentang Terpesona
Terpesona, ku pada pandangan pertama,
dan tak kuasa menahan rinduku,
senyumanmu,
selalu menghiasi mimpiku
ingin ku peluk dan ku kecup keningmu...
Itu cuplikan syair sebuah lagu.
Ya nggak segitunya juga kali....aku terpesona, ya biasa saja. Ingin tahu nama dan identitas-identitas lain yang sewajarnya. Nggak sampai terbawa mimpi apalagi pingin mengecup kening dan lain-lain.
Dan yang mempesonaku biasanya orang biasa. Tampang biasa, penampilan biasa, kelakuan biasa, semuanya biasa...oleh karen itu jangan tanya kenapa...
Dan yang bisa membuatku terpesona pasti "orang yang luar biasa". Entahlah, aku selalu berkeyakinan demikian. Jangan tanya "luar biasa" seperti apa, karena aku juga nggak tahu jawabannya...
Terpesona dengan hal-hal yang apa adanya. Mau jelek, busuk bagi orang lain...ya terserah...
dan tak kuasa menahan rinduku,
senyumanmu,
selalu menghiasi mimpiku
ingin ku peluk dan ku kecup keningmu...
Itu cuplikan syair sebuah lagu.
Ya nggak segitunya juga kali....aku terpesona, ya biasa saja. Ingin tahu nama dan identitas-identitas lain yang sewajarnya. Nggak sampai terbawa mimpi apalagi pingin mengecup kening dan lain-lain.
Dan yang mempesonaku biasanya orang biasa. Tampang biasa, penampilan biasa, kelakuan biasa, semuanya biasa...oleh karen itu jangan tanya kenapa...
Dan yang bisa membuatku terpesona pasti "orang yang luar biasa". Entahlah, aku selalu berkeyakinan demikian. Jangan tanya "luar biasa" seperti apa, karena aku juga nggak tahu jawabannya...
Terpesona dengan hal-hal yang apa adanya. Mau jelek, busuk bagi orang lain...ya terserah...
Rabu, 06 Oktober 2010
Tentang Anda
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu bangga?
sekian puluh tahun kita lewati suka duka.
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu setia?
menjalani semua dengan ikhlas dan apa adanya.
Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi tidak akan mengubah garis takdir kita.
Yang Maha mempertemukan kita dengan cara seperti ini.
Anda harus tahu bahwa saya bahagia meski hidup kita tidak sempurna.
karena saya begitu bangga, begitu bahagia
sekarang saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi saya tahu apa yang harus dilakukan
ketika tuduhan Anda tidak terbukti
itu saja....
sekian puluh tahun kita lewati suka duka.
Tak tahukah Anda bahwa saya begitu setia?
menjalani semua dengan ikhlas dan apa adanya.
Anda harus tahu, bahwa apapun yang terjadi tidak akan mengubah garis takdir kita.
Yang Maha mempertemukan kita dengan cara seperti ini.
Anda harus tahu bahwa saya bahagia meski hidup kita tidak sempurna.
karena saya begitu bangga, begitu bahagia
sekarang saya tidak bisa melakukan apa-apa.
Tapi saya tahu apa yang harus dilakukan
ketika tuduhan Anda tidak terbukti
itu saja....
Senin, 04 Oktober 2010
Cerita Malam
Hari ini seperti hari-hari sebelumnya. Malam ini juga seperti malam-malam sebelumnya.
kami saling menyapa walau sedikit aku paksa.
entahlah, aku menyukainya -maksudku ketika saling menyapa-. Mungkin benar apa yang ditulis temanku dalam status facebooknya tempo hari. Bahwa ketika seorang wanita -yang sudah pacar- dekat dengan laki-laki lain, bukan berarti dia berniat untuk selingkuh, tapi dia hanya merindukan sosok yang tidak ditemui pada diri kekasihnya.
Harusnya tidak begitu juga, harusnya ada sebuah pengertian, ada sebuah penerimaan akan kekurangan-kekurangan. Akhhhh...tetapi siapa yang mengerti akan sebuah kebutuhan selain diri kita sendiri? Celakanya, sering kita tidak sadar akan kebutuhan kita -tentunya bukan kebutuhan soal materi-
Dan mungkin seperti itu juga yang sedang aku alami. Tidak, kekasihku bukan orang jahat. Bersamanya aku ingin selalu bersama. Sungguh. Namun...yaaaa...mungkin ada beberapa hal yang mungkin tidak terlalu dirisaukannya yang justru sebaliknya bagiku. Dan celakanya, itu ku temukan dalam diri pria lain. Tapi sekali lagi, bukan berarti aku tidak mencintai kekasihku. Sungguh bersamanya aku ingin selalu bersama...
Kekasihku yang tidak sempurna, sama dengan diriku juga...Jadi buat apa juga menuntut sesuatu yang sulit dipenuhi, toh aku juga tidak suka jika aku dituntut ini-itu yang itu tidak mungkin aku penuhi juga.
Mungkin aku sedang rindu...
bee, aku tahu mungkin kamu tak akan pernah bisa melakukan seperti yang dia lakukan. Tapi aku juga tahu, sangat tahu bahwa kamu telah melakukan yang terbaik semampumu. Jadi, ku titipkan cahaya hatiku lalu jagalah agar tetap bersinar, semampu kamu menjaganya...percayalah, ketika kita bersama, aku selalu cinta...
Ku tutup buku harian, lalu ku pandangi tiruan bintang yang menghiasi langit-langit kamarku....
berharap seekor lebah menyengatku, dan lebah itu adalah kekasihku...
kami saling menyapa walau sedikit aku paksa.
entahlah, aku menyukainya -maksudku ketika saling menyapa-. Mungkin benar apa yang ditulis temanku dalam status facebooknya tempo hari. Bahwa ketika seorang wanita -yang sudah pacar- dekat dengan laki-laki lain, bukan berarti dia berniat untuk selingkuh, tapi dia hanya merindukan sosok yang tidak ditemui pada diri kekasihnya.
Harusnya tidak begitu juga, harusnya ada sebuah pengertian, ada sebuah penerimaan akan kekurangan-kekurangan. Akhhhh...tetapi siapa yang mengerti akan sebuah kebutuhan selain diri kita sendiri? Celakanya, sering kita tidak sadar akan kebutuhan kita -tentunya bukan kebutuhan soal materi-
Dan mungkin seperti itu juga yang sedang aku alami. Tidak, kekasihku bukan orang jahat. Bersamanya aku ingin selalu bersama. Sungguh. Namun...yaaaa...mungkin ada beberapa hal yang mungkin tidak terlalu dirisaukannya yang justru sebaliknya bagiku. Dan celakanya, itu ku temukan dalam diri pria lain. Tapi sekali lagi, bukan berarti aku tidak mencintai kekasihku. Sungguh bersamanya aku ingin selalu bersama...
Kekasihku yang tidak sempurna, sama dengan diriku juga...Jadi buat apa juga menuntut sesuatu yang sulit dipenuhi, toh aku juga tidak suka jika aku dituntut ini-itu yang itu tidak mungkin aku penuhi juga.
Mungkin aku sedang rindu...
bee, aku tahu mungkin kamu tak akan pernah bisa melakukan seperti yang dia lakukan. Tapi aku juga tahu, sangat tahu bahwa kamu telah melakukan yang terbaik semampumu. Jadi, ku titipkan cahaya hatiku lalu jagalah agar tetap bersinar, semampu kamu menjaganya...percayalah, ketika kita bersama, aku selalu cinta...
Ku tutup buku harian, lalu ku pandangi tiruan bintang yang menghiasi langit-langit kamarku....
berharap seekor lebah menyengatku, dan lebah itu adalah kekasihku...
Minggu, 03 Oktober 2010
Kamu dan Aku
Ini aku,
menunggumu setiap sore di depan layar elektronik
berharap dapat saling menyapa walau tak lama
merasakan setiap tetes air hujan sebagai suatu keromatisan
berharap suatu saat dapat menikmatinya bersama
Ini kamu,
mempercayaiku sepenuh hati
bahkan ketika aku sedang bersama orang lain
berpesan agar tidak bermain-main dengan air hujan
dan segera pulang
Aku dan Kamu
seperti magnet yang berbeda kutub
dan itu mengapa aku memilihmu
hanya satu yang aku mau: semoga waktu selalu berpihak padaku...
*untuk bee...yang aku selalu ingin bersamanya
menunggumu setiap sore di depan layar elektronik
berharap dapat saling menyapa walau tak lama
merasakan setiap tetes air hujan sebagai suatu keromatisan
berharap suatu saat dapat menikmatinya bersama
Ini kamu,
mempercayaiku sepenuh hati
bahkan ketika aku sedang bersama orang lain
berpesan agar tidak bermain-main dengan air hujan
dan segera pulang
Aku dan Kamu
seperti magnet yang berbeda kutub
dan itu mengapa aku memilihmu
hanya satu yang aku mau: semoga waktu selalu berpihak padaku...
*untuk bee...yang aku selalu ingin bersamanya
Sabtu, 02 Oktober 2010
Take 1# The Fam
Tak Bisa
Lari dari diriku
bukanlah hal yang tepat untukmu
setelah hancurkan aku
kau kini tinggalkan aku
Kau buatku merana
kau buat aku kecewa
Kau tak pantas aku kenang
Meskipun engkau rupawan
Kini kau punya yang baru
yang lebih dari diriku
ingin ku bunuh pacarmu
yang namanya ku tak tahu
Tapi biarlah Tuhan yang 'kan membalas semua itu
Kelakuan busuk ini
seharusnya kau sadari
Kadang setan pengaruhi pikiranku
dan juga imanku
ingin ku bunuh pacarmu
ketika dia bersama dirimu
Tapi ku tak bisa
Tapi ku tak mau
Terbuang
Senjaku kini pergu
Tiada yang menghampiri
Kalut tiada henti
Aku tak terkendali
Senjaku ki muram
Ku rasa tak bertahan
Luluh lebur lenyap hilang
Samar-samar tak terpandang
Aku tak bisa pulang
Ku merasa sendirian
Hidup yang terasa muram
Cakrawala tak terbentang
Dimana senjaku, dimana hidupku
yang akan temani aku
Apakah telah mati, atau 'kan kembali
menghampiri ku lagi
dan 'kan berjanji
Hariku kini terasa sepi
Hariku kini terasa sunyi
Dimana ku cari yang telah pergi
Dimana ku cari arti hidup ini
Lari dari diriku
bukanlah hal yang tepat untukmu
setelah hancurkan aku
kau kini tinggalkan aku
Kau buatku merana
kau buat aku kecewa
Kau tak pantas aku kenang
Meskipun engkau rupawan
Kini kau punya yang baru
yang lebih dari diriku
ingin ku bunuh pacarmu
yang namanya ku tak tahu
Tapi biarlah Tuhan yang 'kan membalas semua itu
Kelakuan busuk ini
seharusnya kau sadari
Kadang setan pengaruhi pikiranku
dan juga imanku
ingin ku bunuh pacarmu
ketika dia bersama dirimu
Tapi ku tak bisa
Tapi ku tak mau
Terbuang
Senjaku kini pergu
Tiada yang menghampiri
Kalut tiada henti
Aku tak terkendali
Senjaku ki muram
Ku rasa tak bertahan
Luluh lebur lenyap hilang
Samar-samar tak terpandang
Aku tak bisa pulang
Ku merasa sendirian
Hidup yang terasa muram
Cakrawala tak terbentang
Dimana senjaku, dimana hidupku
yang akan temani aku
Apakah telah mati, atau 'kan kembali
menghampiri ku lagi
dan 'kan berjanji
Hariku kini terasa sepi
Hariku kini terasa sunyi
Dimana ku cari yang telah pergi
Dimana ku cari arti hidup ini
Jumat, 01 Oktober 2010
Tentang Waktu
Tentang waktu yang tidak pernah bisa terduga,
Tentang waktu yang membuatmu ada,
bertahan di sini bersamaku,
dan entah berapa lama,
kemudian pergi.
Tentang waktu yang aku tunggu.
Tentang waktu yang memberiku kesempatan
bersama dan tertawa,
Tentang waktu yang kau berikan padaku
Tentang waktu yang tak dapat ku tahan lajunya.
Tentang waktu yang membuat mengada
pun berlalu
*backsound Phil Collins, True Colours
Tentang waktu yang membuatmu ada,
bertahan di sini bersamaku,
dan entah berapa lama,
kemudian pergi.
Tentang waktu yang aku tunggu.
Tentang waktu yang memberiku kesempatan
bersama dan tertawa,
Tentang waktu yang kau berikan padaku
Tentang waktu yang tak dapat ku tahan lajunya.
Tentang waktu yang membuat mengada
pun berlalu
*backsound Phil Collins, True Colours
Langganan:
Postingan (Atom)