Jumat, 21 Januari 2011

Percintaan Kali Ini

Cinta yang membara ini seolah kawah candradimuka yang siap menenggelamkanku
menghanyutkan
ke dalam api penuh pesona

tak seberapa lama,
Jibril datang membawa pedang di tangan kanannya
menghunuskan tepat ke jantung yang kini bukan lagi dua
Jantung yang berdenyut seirama
Di kanan kiri
dia menembakkan panah asmara
tepat ke pusat syaraf otak

Dan sekarang sekarat dalam kegilaan
menggoda
membuat terus lupa bahwa ada dunia

***

Ku hirup udara yang ku hirup juga
ku bunuh sepi yang kau bunuh juga
ku hidupi nafas yang kau hidupi juga
ku sentuh hati yang kau sentuh juga

Rabu, 19 Januari 2011

Diam-Diam

Aku baru ingat, ternyata dia telah mengetehaui semua tentang diriku.
Bukan dari orang lain,
tetapi dari diriku sendiri.
Tanpa sadar aku telah mengatakan semuanya
meski bukan dengan kata-kata.

Celakanya,
Dia tahu tentang masa laluku juga.
Hampir semuanya.
Dari diriku juga
meski bukan dengan kata-kata.

Jadi selama ini diam-diam dia telah mengetahui semuanya.
Sayangnya dia tidak bersalah atas kisahku yang diketahuinya.
dan aku tidak bisa menyalahkannya.
Diam-diam aku membocorkan rahasiaku sendiri....
hah!!!!!

Lalu apa lagi,
Ku anggap dialah yang paling mengerti
yang paling mengerti
meski hanya untuk sementara ini.

Jumat, 14 Januari 2011

Tentang Aku dan Dia

Aku selembar daun yang pernah berada di rantingnya.
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.

Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.

Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"

Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.

aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.

*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut

Sayangnya Aku Tak Bisa

sekian lama telah terlewati
tidak mungkin aku tidak menyayangi.
walaupun sekian banyak caci
yang aku sadari,
sebanyak itu pula sayang yang aku miliki.

hanya saja, aku tidak bisa melakukan apa-apa.
aku bukan seorang yang suka memberi kado ketika hari jadi tiba,
bukan pula seorang yang bisa mencium disegala suasana.
tidak juga mengumbar kata-kata hingga mulut penuh busa.

Kemudian pada akhirnya ku putuskan,
untuk menyimpan sayang ini saja.
Tak perlu berwujud dalam bentuk apapun,
pun tak bisa terungkapkan dengan bahasa apapun.

Seberapa besar, seberapa hebat, seberapa dalam....
akh....tak usah ku katakan, tak usah kusampaikan
biarkan tersadari dalam hari-hari yang terlewati
biarkan menjadi rahasia antara aku dengan Ilahi...

Ketika Aku Menikmati Lagu-Lagu Ini

Surrender -- Andra and the backbone
Dia bilang lagu ini sangat mempesona hatinya. Entah sejak kapan dan entah bagaimana.
Hm...sudah ku duga walaupun baru sekali aku mendengar lagu tanpa lirik ini.
Ya, tanpa lirik.
Tapi apa yang dia katakan padaku waktu itu?
"Lagu itu menggambarkan rasa sayangku padamu. Suatu hari, aku ingin memainkan lagu itu untukmu, di hari dimana aku dan kamu memimpikannya".
Begitulah yang dia katakan.
Entah rasa sayang seperti apa, di hari seperti apa, dan mimpi seperti apa...
Sekarang,
Lagu itu menjadi pengantar di setiap malam ketika aku ingin menemuinya
di dalam mimpi...

Beautiful -- Christina Aguilera
Aku tahu dan sangat mengerti, ketika kalian menatap kami, yang kalian lihat pertama kali adalah
bagaimana pakaian yang kami kenakan, rambut yang berada di kepala kami, warna kulit kami,bahkan mungkin membayangkan berapa ukuran bra yang menempel di payudara kami...
Bukannya kami tak tahu soal itu...Bahkan kami sangat mengerti tentang keindahan yang kalian inginkan.
Karena kami sangat mengerti, maka kami tidak akan marah dan mencibir kalian. Kalian mempunyai mata, mempunyai imajinasi jadi hak kalian untuk menilai seberapa indah, dan mengimaginasika kami sesuai imaginasi yang terlukis dalam benak kalian...
Hanya yang harus kalian tahu,
Bahwa bukan sekadar pakaian yang dikenakan, rambut yang menempel di kepala, warna kulit, bahkan mungkin ukuran bra yang menempel di payudara kami.
Ketahuilah bahwa kami lebih dari itu. Bahwa kalian lahir di dunia dari rahim kami, bahwa payudara yang kalian terka-terka ukurannya pernah memberikan kesehatan dan perlindungan yang menghangatkan, waktu itu. Waktu kalian belum memiliki imaginasi tentang pakaian, rambut, dan warna kulit kami...

*Untuk dirinya yang menyukai dua lagu tadi

Senin, 03 Januari 2011

Untuk kali ini

Untuk kali ini,
biarkan aku mengukir kisah sendiri
merangkai syair yang ku ingini
menulis cerita sendiri

Untuk kali ini,
aku berjanji tak akan meminta lagi
karena hanya ini
dan tidak untuk kali yang lain

Sekali lagi,
ijinkan aku melukis hatiku sendiri
menatap cintanya yang menyentuh naluri

Sungguh saat ini,
jika keajaiban itu memang Kau punyai
berikanlah padaku satu
hanya untuk kali ini

Minggu, 19 Desember 2010

Muda VS Tua

sebenarnya ini hanya perkara usia...hanya perkara siapa yang lahir di dunia terlebih dahulu. Itu saja kan, ketika ngomongin soal Muda dan Tua. Tapi entah mengapa, perkara yang "hanya" itu jadi terasa pelik sekali. Bagitupun ketika ada orang yang berbica masalah Tua dan Muda kepada saya. Saya merasa harus memperkarakannya. Apalagi yang di "Tua Muda" kan menyangkut apa yang saya lakukan, dan apa yang saya cintai...

Menurut pendapat saya bagini, coba tolong dibedakan Muda dan Tua dalam soal lain dan Muda dan Tua dalam soal musik. Menurut hemat saya, apalah artinya usia dalam bermusik? karena yang terpenting dalam soal musik adalah karya dan dedikasi. Apalah artinya ketika kita mengaku anak band tetapi nggak pernah membuat karya? *Karya di sini tidak harus selalu terpublikasi dan disenangi*. Apalagi soal dedikasi. Karena karya adalah salah satu wujud nyata dari dedikasi. Setau saya, dalam bermusik itu tidak pandang usia, dan udah nggak zamannya lagi mengkotak-kotak kan aliran musik tertentu. Musik itu urusan selera. Seperti makanan. Meskipun nggak suka makanan pedas, misalnya, tapi toh yang namanya masakan bersambal itu akan tetap ada. Lalu kita mau apa??? Kalau nggak suka dan bikin mencret ya nggak usah dimakan. Bagitu juga dengan musik "yang dibuat" oleh anak-anak "Muda"...Kalau Anda nggak suka musik yang dibuat oleh anak muda ya nggak usah didengarkan. Bukankah muda itu melambangkan semangat? Bukankah harus muda dulu sebelum menjadi tua???
Nah masalahnya adalah saya belum merasa tua. Saya masih merasa muda jadi saya melakukan aktivitas bersama anak-anak muda. Oh....anak kecil, maksud Anda....hm.....sepertinya perlu membuat batasan yang jelas usia berapa dibilang anak kecil, anak muda, dan tua *nggak mungkin dong saya bilang anak tua...*.
Oke lah...anak kecil...ahhhh...bukankah kita selalu melihat kejujuran dibalik hati setiap hati anak-anak kecil? Oh...anak kecil vs dewasa.....Hm...kaya'nya Anda deh yang belum dewasa karena menyangkut-nyangkutkan musik dengan usia...Oya, apakah Anda sendiri tahu tentang dunia musik? apakah Anda bermain dan menghidupi musik yang Anda mainkan??? Kalau jawabannya iya mari kita lanjutkan diskusi ini. Tetapi jika jawabannya tidak, lebih baik Anda tutup mulut dan dengarkan saja hingar-bingar berbagai jenis musik yang anak muda mainkan....That's it!!!!

Hm.....perkara patner dalam bermusik...Jadi menurut Anda mempunyai patner bermusik orang yang tua lebih baik daripada berpatner dengan anak yang muda??? Ah...saya rasa semua itu kembali pada dedikasi dan karya. Oya, satu lagi...proses....Apa salahnya berteman dengan anak muda, bermain musik dengan anak muda atau anak yang lebih muda? Sama halnya dengan apa salahnya menikah dengan seseorang yang lebih muda? toh di negara ini menikah dengan yang lebih muda tetap dilegalkan asalkan berbeda jenis...ya kan???
Musik, pertemanan, dan menikah itu saya pikir tidak jauh berbeda. Dua-duanya butuh chemistri, sama-sama memakai perasaan, proses dan cinta...