Minggu, 19 Februari 2012

Ayah terbaik Untukmu

Sabar ya, ibu sedang mencari ayah terbaik untukmu.
Agar engkau tidak saja mewarisi keburukan ibumu, tetapi juga kebaikan ayahmu.
Sabar ya, jika ibu tidak dapat berjanji sampai kapan ibu mencarinya
yang pasti, ayahmu haruslah ayah terbaik yang ada di dunia ini.

Dia tidak hanya mampu menggendongmu
tetapi dia juga harus mampu mengganti popokmu.
Dia tidak hanya mampu memberi petuah-petuah bijak
tetapi dia juga harus menunjukan sikap terbaiknya padamu
sebagai anaknya dan juga sebagai pewaris segala hal yang baik dan yang buruk pada dirinya.

Jika kmu nakal, ayahmu harus menyadari bahwa dia juga pernah nakal sepertimu
dan jika kamu berbuat baik, ayahmu juga harus memberimu selamat
bahwa kamu adalah salah satu anak baik di dunia ini.

Jadi bersabarlah anakku
ibu sedang mencari ayah terbaik untukmu.

Rabu, 15 Februari 2012

Cuscutlan - Frente

I love my country
But it wears a uniform
It speaks with foreign guns
In the background you can almost hear
The sound of intervention
And I don't know when
Liberty fell
But we rang every mission bell
We rang them loud and clearly
For a world that wouldn't listen
I don' t want to die
I'm as innocent as anybody
I don' t even know how to spell revolutionary
Jesus in the sky
The bullets in the guns
You don't even know
What we mean by repression
Blood is the color of the sunset
You walked into the darkness
I did not hear your last breath
There will not be an inquest
This is not human interest
We danced the dirt with surrender
For our drumbeat
Danced for the balance sheet
Died for the kind of lasting peace
That pleases the world's police man
And Fatherland raped Motherhood
And told her it was for the global good
And now we ring the mission bell
To warn their children
I don' t want to die
I'm as innocent as anybody
I don' t even know how to spell revolutionary
Jesus in the sky
The bullets in the guns
You don't even know
What we mean by repression
Blood is the color of the sunset
You walked into the darkness
I did not hear your last breath
There will not be an inquest
This is not human interest

Sabtu, 11 Februari 2012

Lelaki Khayalan

Sedikit cerita tentang lelaki dalam khayalan,
yang setiap malam membuaiku dalam mimpi,
yang karenanya aku tak ingin segera terjaga
meski mentari menyilaukan setiap pandangan mata.

Ini tentang lelaki khayalan
yang bahkan tak pernah menyapaku meski pernah bertemu
lelaki yang mempunyai tatapan dingin
bahkan mungki selalu bercerita lewat diam
diam yang hanya dimengerti olehnya.

Lelaki yang selalu terucap dalam setiap nafas
yang kepadanya aku selalu ingin berbagi
kebahagiaan dan kesedihan meskipun dia tak mengenalku
Tapi aku selalu menyimak setiap langkah

* sungguh, ingin memiliki yang seperti dia dalam dunia nyata

Kamis, 09 Februari 2012

Lelaki dan The Way You Look at Me

Lelaki itu menggodaku dalam canda,
dalam riang sapaan
dalam imaginasi yang tak beruang
Tak bersekat, dan tak berjarak.

Waktu pada akhirnya membuat kami bertegur sapa.
Seorang teman, awalnya.
Hingga pada suatu saat aku tersentak
Seandainya bisa bertanya, "maukah jika lebih dari seorang taman?"
Angin menyampaikan padanya
"Jika aku mempunyai kekasih, aku tak bisa lagi menyapamu"

Sekali lagi terhenyak dengan hati yang membuncah,
"Sapa aku setiap hari, hadirkan aku di setiap mimpi"
"Tak bisa, jika kelak aku mempunyai kekasih", katanya.
"Kalau begitu, jadikan aku kekasihmu".

Semua memang berjalan tidak sempurna
Ya, karena kami hanyalah manusia biasa
Namun pagi ini, tiba-tiba dia berkata
"Lagu itu buat kamu"

****
Cause there's somethin' in the way you look at me
It's as if my heart knows you're the missing piece
You made me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me (Christian Bautista)

Selasa, 31 Januari 2012

Sekali lagi

Datanglah sekali lagi, meskipun dengan kisah yang berbeda.
Kamu tahu, kamu teramat istimewa hingga untuk memintamu datang pun aku segan.
Datanglah sekali lagi, dengan rasa yang sama seperti pertama kita bertemu.
Aku wanita dan kamu laki-laki, apa salahnya jika bertemu sekali lagi
dengan perasaan seperti waktu itu?

Genggam tanganku sekali lagi, dengan jemari tanganmu yang mengagumkan.
Namun, jika kamu mengijinkan, aku akan bermain dengan rambutmu berkali-kali.
Meskipun tak hanya karena itu, aku memintamu datang
sekali lagi.
Aku wanita dan kamu  laki-laki, apa salahnya kita bertemu sekali lagi?

Jangan buat aku tekejut berkali-kali dengan kehadiranmu ke dalam mimpi
Sekali lagi, datanglah di mimpi

Sabtu, 28 Januari 2012

Hari bersamamu

Ini adalah pertemuan kita untuk yang kesekian kali, kalau kamu ingat. tapi aku sih merasa kamu nggak bakal ingat. ehm...it's oke...biar aku saja yang mengingat-ingatnya.
Pertemuan kali ini sangat istimewa dan sangat tidak terduga. Bagaimana mungkin aku akan menduga kalau kamu membuntuti ku sampai ke rumah
"Lho kok di sini?",
"Iya, tadi aku ngikutin kamu".
Belum selesai rasa heranku, kamu udah buru-buru bertanya,
"Aku bolehkan tidur di rumahmu?".
Lah...apa-apaan ini...mana mungkin aku menolak, tapi kenapa tiba-tiba kamu.....Ahhhhhh nggak penting buat aku tau apa alasannya. yang penting sekarang kamu ada di sini, dan bersamaku.
Pertama melihatmu pagi hari sehabis bangun tidur. Ternyata seperti orang lain kebanyakan ya. Wajah berminyak, rambut acak-acakan, dan bangun dengan dada telanjang.
"Maaf ya, gerah soalnya" katamu seolah tahu kalau melepas baju adalah sesuatu yang aneh, apalagi di hadapan cewek.
Tiba-tiba ibu bilang,
"Nanti akan ada acara di rumah, mas nya nggak apa-apa kan?".
"oh...nggak apa-apa bu. nanti saya boleh bantu-bantu kan?" tanyamu.
Hah...yakin nih mau bantuin?. Seolah tau yang ada dipikiranku, kamu hanya tersenyum,
"Nggak apa-apa. Aku malah seneng, belum pernah soalnya".
Dan acara yang ditunggu-tungu itu juga. sekali lagi aku bertanya,
"Yakin nih nggak apa-apa bantuin?.
"Nggak apa-apa beneran. Sekarang aku harus ngapain?" tanyamu.
"Ehm...kamu nibrung aja sama bapak-bapak. Ntar kamu pasti dikasih tugas sama mereka. good luck ya". "Sip...bentar ya". Kamu segera berlari menuju ke arah bapak-bapak dan pemuda berkumpul. Ah...kamu masih saja keren, keren dan keren meskipun rambut yang biasanya tergerai saat ini kamu ikat ke belakang, dan agak bingung dengan situasi hiruk-pikuk ini. tiba-tiba,
"Do, itu....?" tanya salah seorang temanku yang juga ada di situ.
"Iya". jawabku seolah tau apa yang hendak ditanyakan oleh temanku itu. dan temanku hanya geleng-geleng kepala. Aku cuma senyum aja.
Hari menjelang sore ketika aku menemukanmu sedang duduk di pasir tepi pantai. Angin semilir membuat rambutmu berantakan.
"Lho di sini?. Aku cariin".
"Iya" jawabmu sambil menggambar sesuatu di pasir.
"Suka menyendiri gini ya?" tanyaku.
"Ya...beginilah. Ehm...terima kasih ya". katamu.
"Terima kasih?. buat apa?".
"Terima kasih udah membuat hari-hariku lebih berwarna".
"Bukannya selama ini semuanya baik-baik saja?" tanyaku.
"Iya. tapi kmu udah ngasih pengalaman baru. Acara tadi, keluarga dan teman-temanmu, dan pantai ini. Terima kasih ya".
"Sama-sama. terus selanjutnya?" tanyaku.
"Sebenernya aku masih pengen di sini. tapi.....".
"Kenapa? ditungguin pacarnya ya?" tanyaku.
"Seandainya begitu aku seneng banget pasti".
"Lho memangnya nggak ada? masa sih?".
"Memang harus ada ya?".
"Biasanya sih gitu"
Kamu menggeleng sambil merapikan rambut.
"Nggak semudah itu. Aku malah kasihan sama yang jadi pacarku. Pasti aku tinggal-tinggal. Makanya aku lebih baik sendirian. Padahal enakan kalau berdua seperti sekarang ini pas ada kamu"
"Maksudnya?. Sama aku?"
"Iya. Tapi nanti kamunya kesepian. Jadi mending nggak aja kan" jawabmu sambil mengajakku untuk bangkit dan berjalan meninggalkan pantai.
Ah....jari ini. Jari yang dipuja banyak orang, jari yang saat ini berada diantara jari-jariku.
Sesampainya di rumah tiba-tiba hp mu berdering. Kamu terlihat sibuk bertelepon.
"Iya gue di rumah deket pantai. Iya, yang pager ijo. Lo jemput gue ya baru kita berangkat bareng-bareng. Nggak...gue nggak akan kabur. Santai dong. Iya...ntar gue jelasin. Cuma satu malam doang ini. Iya udah jemput gue".
Kamu segera mematikan hp begitu tahu kalau aku berdiri sambil memandangmu.
"Sorry, aku ganggu ya?" tanyaku.
"Nggak kok. Emang udah selesai ngomongnya. Ehm...ibu mana ya?" tanyamu sambil celingak-celinguk.
"Tadi sih pergi. Ada apa?"
"Ehm....mau pamitan. Besuk aku ada jadwal manggung. Malam ini harus on the way ke sana. Bentar lagi aku dijemput"
"Oh..." jawabku datar
"Maaf ya aku cuma sebentar. Besuk-besuk kalau ada waktu aku ke sini lagi"
Di luar pagar terlihat seorang laki-laki berdiri.
"Bro...ayok cepetan" suara teriakan dari luar pintu pagar.
"Anter aku keluar yuk" katamu.
Aku berjalan di sampingmu. Tangan yang kamu banggakan melingkar di bahuku. Aku ingin sekali detik demi detik berlalu lebih lama. Tapi tidak mungkin. Aku dan kamu sudah berdiri di depan pagar.
"Hati-hati ya. Salam buat teman-teman" kataku.
"Iya terima kasih"
Tiba-tiba kamu membisikan sesuatu di telingaku
"Perpisahan seperti ini yang nggak aku pengen"
Beberapa detik setelah itu kamu pergi sambil melambaikan tangan. Tangan dengan jari-jari yang dipuja banyak orang.
*****
Oh mungkin ak bermimpi menginginkan dirimu untuk ada di sini menemaniku
oh mungkin kah kau yang jadi kekasih sejatiku...
-Monita-kekasih sejati

Kamis, 19 Januari 2012

(mungkin) ini yang terakhir dariku

mungkin ini yang terakhir dariku, meskipun aku sungguh tak ingin.
seperti aku juga tak ingin tempo hari adalah pertemuan kita yang terakhir,
tempo hari juga ciuman dan pelukanmu yang terakhir yang menyentuh kulitku.
sungguh aku tak ingin ada akhir.

jikalau memang harus berakhir,
biarlah berakhir dengan jabatan erat dan pelukan hangat
juga ungkapan, "sesungguhnya hatiku tidak pernah berubah"
tapi apapun itu sesungguhnya aku tidak ingin berakhir
tak ingin ada akhir.

meskipun ketika berjauhan denganmu tidak mudah
tapi kali ini sangat sulit, lebih dari sebelumnya
"semua akan baik2 saja. jaga diri ya"
"iya...terima kasih untuk segala cinta"
* * *

"kamu di mana? mengapa ketika aku membacanya kamu tak ada?"