Selasa, 23 November 2010

Menjelang Petang Yang Bukan Milik Kita Lagi

sore
3:57pm
ya sore jga
3:58pm
py?? sudah sehatkah?
3:58pm
lmyan lah
sori aku nyukein kmu
3:58pm
sip...take care ya....kmu jarang crta jd aku g taw apa2....sing penting apik2...lg ada masalahkah?
4:00pm
iya...kyaknya ak gk bsa pertahanin hubngan kita
4:01pm
knp?
4:01pm
gk bsa imbangin kmu
4:01pm
lah...aku nya kan gpp....nek emang sifat dasarmu pendiem y kmu ga akan bs sigrak2 kyo aku....
lha py to benernya?
kmu jenuhkah sama aku? aku bikin salahkah?
4:03pm
kyaknya aku dah gak se antusias dulu
4:03pm
knp?
4:03pm
klo gni trus ksihan kmu
4:03pm
kmu bosenkah sama aku?
4:03pm
mnding ak yg mndur aja
4:03pm
kita bs bicara langsung nggak? aku ga suka e klo chat gn...krn mnurutku ini penting
apakah ada wanita lain?
4:04pm
gak ada..suerrr
aku aja yg lgi males terikat hubungan
4:05pm
hm..apa jgn2 aku membatasi kmu y?
4:05pm
gak..jstru kmu bebasin aku
4:06pm
aku seneng kok selama ini kita kya gn...kita menjalani hub yg santai...sbnrnya ya ini yg aku cari. mngkin kmunya yg terbebani ya...merasa hrs kya gn dan kya gt...iya?
4:07pm
trserah kmu bilang apa...
ak gk dpet lgi chemistry dr kmu
4:08pm
aku yg salah ya....bisa kita ketemu trs ngomong ..gak chat mksdnya
4:08pm
sama ajalah intinya
4:09pm
berarti bnr y aku yg salah...aku ngebosenin ya...
4:09pm
maaf, kyaknya gitu...
kmu terlalu rewell
4:10pm
pdhal kmu bilang td aku ngebebasin kmu lho...hehehhe aku terlalu crwet ya...
kita bs balikan lagikah someday?
4:10pm
ak btuh wktu aja buat sndiri
klo jdoh psti gak kemana
4:12pm
trs nksd kmu yg g rewel tuh yg kya apa?
4:13pm
kmu tahulah
4:13pm
yg g tny2? yg g hrs sllu komen di fbmu? bgitukah?
4:14pm
sdahlah brdebat ma kmu gkda hbusnya
4:15pm
dan kmu tetap ingin berakhir?
4:16pm
kita tetep berteman baik
tnpa ikatan cinta
4:17pm
iya...pasti..tetep mau jmput aku kan klo ada acara sama anak2..hehehhehe...take care ya...wanna hug you...and kiss you...
4:17pm
ya..semampuku
4:18pm
hedehhhhhhhhhhhhh...besok langsung nikah ma kmu aja dehhhhhhhhhhhhh....sumpah nggak kuat aku nahan nangis heheheh
4:18pm
jgn ngis dong
ak gk pntes ditangisin, simpan tangismu buat cwok yg lebih istimewa kelak
5:19pm
gk bleh nngis lah
5:33pm
ben
ak bs nya cm nangis kok....
5:34pm
hehee
maaf ya
5:35pm
py meneh....ho'o to...se tomboy2ne tetep aku wanita biasa
pdahl wktunya sampai akhir thn..tp blm sampai akhir thun udh g pcran lagi...hedehhhhhhhhh...
hawane njuk pgn dolan, ra nang omah...
5:38pm
aku usahakan bisa thun barunan bareng
5:42pm
apakah akan merubah keputusan saat ini?
5:46pm
entah wktu brpihak pda kita ato enggak
5:46pm
hm....ya
mbuhlah meh..py aku y radong...
6:01pm
jgnkan waktu, bahkan aku tdk bs memiliki dirimu
6:02pm
lebay ah
6:02pm
ben ah :p:p

Senin, 15 November 2010

Ketika Aku Berbeda

Ketika waktu itu, teman-teman perempuan sebayaku memilih untuk bermain boneka.
aku memilih untuk ikut serta beradu dan mengejar layang-layang putus bersama teman-teman pria. Tak jarang aku dicurangi mereka, karena aku paling muda, wanita, dan terlalu polos menuruti apa yang mereka katakan. Aku yakin saja. Berlarian di pematang sawah yang menghubungakn kompleks rumah dengan lapangan sepak bola, dan aku turut serta bersama rombongan. Menuju lapangan bola dengan bahagia.

Ketika waktu berganti, aku tetap seperti ini saja.
Bermain bola dan mengejar layang-layang putus memang sudah tak pernah lagi terjadi dalam hari-hariku. Bukan tak mau, tapi karena tidak ada yang ditendang, tidak ada yang dikejar...hm....aku mengejar yang lainnya....
Ketika teman-teman yang menyebut diri mereka perempuan asik membicarakan kosmetik keluaran terbaru, aku berburu kaset dan mencoba memainkannya. Sendiri maupun bersama teman-teman satu band. Ketika mereka sibuk berfashion show, aku sibuk ngeband.
Ketika mereka mengidolakan pria berparas tampan, kulit putih, badan wangi, aku malah suka dengan pria acak-acakan, rambut gondrong. Yang ku mengerti, hati yang mempesona tidak selalu tercermin dari penampilan, dan aku lebih membutuhkan hati daripada penampilan.

Ketika perempuan yang lain sibuk ke salon....jangankan aku ikut serta, mandi pun belum tentu dalam sehari. Dan aku menikmati. Ini tubuhku, dan aku berhak atas itu...
Ketika setiap perempuan melarang kekashinya merokok, minum, dan berteman dengan banyak perempuan...jangankan melarang, menegur pun aku merasa tak berhak karena aku juga minim, merokok dan mempunyai banyak teman pria...hahahhahaaaaa......

Dan sampailah pada usia ketika seumuranku berkasih-kasihan
Aku biasa saja, sibuk dengan hal-hal yang membuatku bahagia...dan itu belum tentu seorang kekasih pun seorang suami. Kemudian ketika seorang pria memilih seorang wanita "baik" yang tercermin dari cara berpakaian, cara tertawa, cara tersenyum dan bertingkah laku...Aku merasa bahwa aku wanita berbeda. Aku tak memiliki itu semua, tapi hatiku tidak bisa dilihat oelh sembarang pria..

Kamis, 04 November 2010

seperti roller coaster

Berputar...berputar...
mlengkuer..mlengkuer
lambat, lebih cepat, cepat sekali
wushhhhhhh...wushhhhhhhh

aku teriak-teriak saat pertama kali mencoba menaiki salah satu wahana permainan yang diberi nama roller coaster, di salah tempat wisata terkenal di Indonesia. Aku berpegangan erat pada pengaman -seerat aku memegang balon biar nggak meletus-
aku menjerit-jerit juga ketika roller coaster itu melaju lebih cepat, lebih cepat, dan sangat cepat.
naik, turun...serasa dihempaskan...jantung ditarik ulur seperti layang-layang yang sedang diperlombakan.
saat itu aku berharap agar permainan cepat selesai, cepat diakhiri. Lalu ketika perminan itu benar-benar berakhir...fiuhhhhhhh..aku bernafas lega...selamat riwayatku...dan aku kembali tersenyum ceria walau tampang masih pucat.

Lalu, seperti itulah hidup
seperti itulah kisah dari setiap cinta
yang bisa dilakukan, hanya menikmatinya saja...

Jumat, 29 Oktober 2010

Bagaimana aku tidak cinta???

Satu pesan singkat masuk ke dalam telpon genggamku. Pesan itu dari darinya. Pesan itu masuk tiba-tiba.
"Kamu dimana?" bunyi pesan itu.
Kemudian aku jawab kalau aku masih bersama teman-teman, sibuk menyelesaikan pekerjaan.
"Dimana?" pesan singkatnya tiba lagi.
Lalu aku menjelaskan keberadaanku.
"Oke tunggu aku". Itu bunyi pesannya yang terakhir sebelum akhirnya kami bertemu.
Bukan satu atau dua jam dia menemaniku. Bahkan ketika mataku sudah tidak kuat menahan kantuk, dia membangunkan, memberikan semangat agar aku tetap terjaga dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Akhirnya tunai sudah pekerjaan hari ini. Aku kembali ke rumah dengan tampang kuyu kelelahan. Dia masih bersamaku, menemaniku. Aku tahu dirinya juga sama denganku. Bahkan mungkin lebih lelah...
"Terima kasih untuk malam ini" kataku.
"Terima kasih kembali", katanya.
"I love you" kataku. Dia tertawa terbahak-bahak, dan aku juga. Kami saling mencium tangan sebagai tanda perpisahan. Tentunya untuk bertemu kembali...


"Aku pergi sebentar" kataku.
"Kemana?" tanyanya.
"Mau ketemu orang. Sebentar ya....". Dan akupun berlalu.

"Aku mau ketemu" kataku.
"Jangan sekarang, aku masih sibuk".
"Oke, 2 jam lagi ya" pintaku.
Dua jam berlalu, dan kami pun bertemu. Tidak hanya berdua, karena ada beberapa teman yang ikut serta. Kami semua tertawa, bercanda seperti keluarga, seperti sudah lama kenal, seperti sahabat lama yang berjumpa kembali.
"Ini buat kalian" katanya kepada teman-teman yang ada di situ, dan tidak kepadaku.

"Sudah aku kirim" katanya tiba-tiba dalam telpon.
"Haaaa...secepat itu?"
"Hmmm...standartlah...semoga bisa membantumu. Apa yang salah tolong diperbaiki lagi ya. Itu sudah aku koreksi. Semangat terus oke...."
Aku buka situs jejaring sosial, dan aku lihat ada beberapa pesan darinya.
Ku baca sebentar. Lalu aku buka surat elektronik via internet. Ada beberapa pesan darinya...
Aku baca...dan pesan itu sangat membantuku...

Lalu apalagi?
Lalu bagaimana aku tidak mencintaimu?

Kamis, 28 Oktober 2010

Tentang Yang Diluar Dugaan

Betapa di dunia ini penuh kejutan
yang tidak pernah terduga terjadi
hadir dan menyapa diri begitu dekat
begitu lekat

Salah siapa jika semua terjadi?
Ah....lebih baik tak usah dipertanyakan
toh kehadirannya bukan suatu kesalahan
toh yang terjadi sudah pasti dikehendaki
dan kita ini hanya menjalani

Lalu semua ini tak mungkin rekayasa
Ketika ada yang datang dan kemudian ada yang pergi
sama
Katika ada perjumpaan kemudian berpisah

dan kebersamaan terasa mempesona
karena tidak pernah diduga sebelumnya

Jumat, 22 Oktober 2010

Tentang Wanita itu

Kembali aku melihat wanita itu mengunjungi cafe ini. Sebagai seorang pelayan, aku tahu benar seberapa sering wanita itu mengunjungi cafe tempatku bekerja. Setelah dia masuk, seperti biasa dia mencari tempat paling pojok dekat jendela besar yang menghadap jalan raya. Itu tempat favoritnya. Segera aku menghampiri wanita itu untuk memberikan daftar menu. Tapi ternyata dia tidak memerlukannya. Dia sudah hapal betul menu-menunya. Hari ini dia memilih secangkir coklat hangat dan sepiring onion ring. "Baiklah, tunggu sebentar," kataku kemudian aku segera berlalu ke dapur. sambil menunggu, sengaja aku mengamati wanita itu. setelah membolak-balik koran yang dibawanya, dia segera membuka laptop. Tampak dia mengetik sesuatu dengan santai sambil sesekali tersenyum sendiri. Entah dia mengetik apa dalam laptopnya.


Aku tidak pernah minta dilahirkan sebagai wanita. Pun aku tidak tahu akan lahir melalui rahim siapa. Tampaknya sih aku bahagia. Tapi tidak juga. Tapi tidak bagus juga merasa paling menderita di dunia karena kenyataannya lebih banyak orang yang menderita dan penderitaannya melebihi penderitaanku. kalau begitu ku simpulkan saja bahwa tiap-tiap orang mempunyai penderitaan yang berbeda-beda...
Hari-hari ini aku merasa berada di bawah tekanan. Pekerjaan, tugas kuliah, tugas rumah...hahahhaha...rumah orangtua lebih tepatnya. Aku sih sudah membeli rumah, tapi mungkin lebih tepatnya rumah yang berfungsi seperti villa. Aku hanya menempatinya seminggu sekali. kadang sendirian, kadang bersama teman-teman. Ya....aku hanya punya teman-teman. entahlah, apa yang terjadi jika satu persatu teman-temanku itu menikah dan mereka sibuk dengan keluarganya. Aku menikah juga nggak ya??? hahahahaha....belum terpikirkan...kisah asmaraku morat-marit, tapi untung saja pekerjaan dan kuliahku baik-baik saja. Apa jadinya kalau soal asmara morat-marit begitu juga dengan pekerjaan??? Jadilah aku manusia paling menderita di dunia ini...Tapi aku tak akan pernah menderita, karena aku punya teman setia...entahlah, mungkin ini suatu perspektif yang salah, tapi toh aku merasa baik-baik saja ketika ada dia. ya..aku mengerti norma sosial pun dari segi kesehatan selalu berpesan tak baik jika terlalu dekat dengan si putih dan teman-temannya, termasuk si putihku. tapi mereka tak tahu apa-apa. mereka tak pernah menanyakan kenapa aku suka dekat-dekat dengan si putih. Cuma dia yang bisa membuatku nyaman. Tapi itu sekarang lho ya... entah besuk, entah lusa...apapun yang namanya ketergantungan itu tidak baikkan? dan aku menyadarinya...besuk atau lusa, aku yang akan meninggalkannya...dan aku yakin putih akan baik-baik saja..

"Mbak ini pesanannya," kataku.
"Oh..iya terima kasih. Ini...ambillah"
Wanita itu menyodorkan beberapa lembar uang dan sebungkus rokok. Aku menerima, mengucapkan terima kasih dan mohon pamit. Setelah aku kembali ke meja bar, aku melihat wanita itu membuka tas, mengambil sebungkus rokok, membukanya dan mengambil satu batang untuk diselipkan di dalam bibirnya yang berhias lipstick mahal...mungkin rokok yang ada di bibirnya itu juga rokok mahal. Beberapa saat kemudian kembali dia tenggelam bersama laptopnya....

Selasa, 19 Oktober 2010

Yang Tidak Pernah Mengatakan "Aku Mencintaimu"

Mereka ditakdirkan bersamaku,
merangkai kisah entah sampai kapan,
kadang ku uikir cerita sendiri diam-diam,
tapi mereka selalu bertanya, "Apakah kamu baik-baik saja?"
Mereka bertanya, karena mereka cinta.

Aku berjalan kemana aku ingin pergi.
Tertawa ketika ada kegembiraan,
Menangis jika airmata sedang dibutuhkan,
Bercerita ketika ada sesuatu yang ingin aku bagi.
Aku membaginya karena aku cinta.

Dia mendengar setiap berkeluh-kesah.
Namun mengingatkan tak semua kisah harus dibagi., "Rahasiakan yang perlu dirahasiakan".
Menemani ketika hari hampir pagi dan tubuh menjelang lelah.
Memberikan kejutan-kejutan sederhana yang mempesona.
Tapi dia tidak pernah berkata, "Aku mencintaimu"
Jadi aku tidak perlu bertanya, "Kapan lagi kau bilang I love you?"