Satu pesan singkat masuk ke dalam telpon genggamku. Pesan itu dari darinya. Pesan itu masuk tiba-tiba.
"Kamu dimana?" bunyi pesan itu.
Kemudian aku jawab kalau aku masih bersama teman-teman, sibuk menyelesaikan pekerjaan.
"Dimana?" pesan singkatnya tiba lagi.
Lalu aku menjelaskan keberadaanku.
"Oke tunggu aku". Itu bunyi pesannya yang terakhir sebelum akhirnya kami bertemu.
Bukan satu atau dua jam dia menemaniku. Bahkan ketika mataku sudah tidak kuat menahan kantuk, dia membangunkan, memberikan semangat agar aku tetap terjaga dan menyelesaikan apa yang harus diselesaikan. Akhirnya tunai sudah pekerjaan hari ini. Aku kembali ke rumah dengan tampang kuyu kelelahan. Dia masih bersamaku, menemaniku. Aku tahu dirinya juga sama denganku. Bahkan mungkin lebih lelah...
"Terima kasih untuk malam ini" kataku.
"Terima kasih kembali", katanya.
"I love you" kataku. Dia tertawa terbahak-bahak, dan aku juga. Kami saling mencium tangan sebagai tanda perpisahan. Tentunya untuk bertemu kembali...
"Aku pergi sebentar" kataku.
"Kemana?" tanyanya.
"Mau ketemu orang. Sebentar ya....". Dan akupun berlalu.
"Aku mau ketemu" kataku.
"Jangan sekarang, aku masih sibuk".
"Oke, 2 jam lagi ya" pintaku.
Dua jam berlalu, dan kami pun bertemu. Tidak hanya berdua, karena ada beberapa teman yang ikut serta. Kami semua tertawa, bercanda seperti keluarga, seperti sudah lama kenal, seperti sahabat lama yang berjumpa kembali.
"Ini buat kalian" katanya kepada teman-teman yang ada di situ, dan tidak kepadaku.
"Sudah aku kirim" katanya tiba-tiba dalam telpon.
"Haaaa...secepat itu?"
"Hmmm...standartlah...semoga bisa membantumu. Apa yang salah tolong diperbaiki lagi ya. Itu sudah aku koreksi. Semangat terus oke...."
Aku buka situs jejaring sosial, dan aku lihat ada beberapa pesan darinya.
Ku baca sebentar. Lalu aku buka surat elektronik via internet. Ada beberapa pesan darinya...
Aku baca...dan pesan itu sangat membantuku...
Lalu apalagi?
Lalu bagaimana aku tidak mencintaimu?