rembulan selalu kau nanti setiap malam,
seusai kau selesaikan tugas-tugasmu,
seusai kau tutup buku yang kau baca,
dan seusai kau memikirkanku.
bintang selalu setia kau hitung,
tiap malam kau catat jumlahnya
dalam buku harianmu
bahkan tak ada namaku dalam buku harian itu.
"angin malam selalu setia menemaniku", katamu.
katamu juga, angin malam menyejukkan penatmu
menghapus lelahmu menjalani kahidupan
yang selalu membuatmu uring-uringan.
"mereka semua kekasihmu?", tanyaku waktu itu.
kau jawab iya.
dan aku tertunduk.
kau menggenggam tanganku tiba-tiba.
"bagiku dirimu bukan kekasih. lebih dari itu"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar