sebelum mengenalku dalam, dia telah mengenalku lewat ini
membaca tulisan-tulisan pribadi ku
mungkin sekadar membacanya
atau membaca, kemudian mencernanya
entahlah...
setelah itu semua berlanjut
dan asmara pun datang
perlahan...
ternyata asamara menikamku
dalam diam
dan perlahan
asmara memporak-porandakan segalanya
tapi perbedaan menghanyutkan mimpi
entah kemana hilirnya
hingga kini sayatan asmara masih terasa
perih
mungkin ada larutan garam di sana
di hatiku
di hati yang sama ketika asmara dulu datang
Jumat, 11 Februari 2011
Sabtu, 05 Februari 2011
Tentang kisah ini
Tentang kisah ini
sungguh begitu berat di pundakku
begitu juga di pundaknya
Bukan karena kami
Tapi karena perbedaan yang dibuat tak membahagiakan
Bukan memaksakan
hanya tak ingin melewatkan
manusia tidak tahu alur hidup
itu alasannya
jadi jika memungkinkan,
buatlah semua itu menjadi mungkin
jika tidak
buatlah sesal itu tak pernah ada
sungguh begitu berat di pundakku
begitu juga di pundaknya
Bukan karena kami
Tapi karena perbedaan yang dibuat tak membahagiakan
Bukan memaksakan
hanya tak ingin melewatkan
manusia tidak tahu alur hidup
itu alasannya
jadi jika memungkinkan,
buatlah semua itu menjadi mungkin
jika tidak
buatlah sesal itu tak pernah ada
Sabtu, 29 Januari 2011
Sampai kapan semua kisah akan berakhir sama?
saya lelah
saya bosan
harapan-harapan selalu dipatahkan kenyataan
Saya ingin semua baik-baik saja
baik untuk semuanya
jika seperti ini
baik untuk mereka tapi bukan untuk saya
meski dalih itu untuk kebaikan saya
tidak bisakah jujur dengan perasaan sendiri?
saya hanya ingin jujur dengan hati saya
salahkah jika saya memperhatikan diri sendiri lebih?
saya lelah...saya jengah...
lalu apa?
saya tetap tidak berani berbuat apa-apa
lalu saya bisa apa?
saya lelah
saya bosan
harapan-harapan selalu dipatahkan kenyataan
Saya ingin semua baik-baik saja
baik untuk semuanya
jika seperti ini
baik untuk mereka tapi bukan untuk saya
meski dalih itu untuk kebaikan saya
tidak bisakah jujur dengan perasaan sendiri?
saya hanya ingin jujur dengan hati saya
salahkah jika saya memperhatikan diri sendiri lebih?
saya lelah...saya jengah...
lalu apa?
saya tetap tidak berani berbuat apa-apa
lalu saya bisa apa?
Jumat, 28 Januari 2011
Bahagiaku....
Hanya aku....
yang mengerti di mana sela-sela tawa ini tak dapat terganti
Hanya aku...
yang mengerti kelelahan ini
akan terobati dengan sejuta riang
meski hanya di dalam hati
Senyum anak tulus
teriakan-teriakan membahana
canda-canda tak tahu waktu
cerita sendu
hingga telepon asmara
Menikmatinya bersama waktu yang tak tahu malu
Serasa menyruput secangkir kopi
sambil menikmati sore
bersama kekasih seharian
atau menikmati lagu
menjelang mata terlelap
menjelang datangnya mimpi
seusai berkasih-kasihan
penuh gelora
bagai malam pertama...
yang mengerti di mana sela-sela tawa ini tak dapat terganti
Hanya aku...
yang mengerti kelelahan ini
akan terobati dengan sejuta riang
meski hanya di dalam hati
Senyum anak tulus
teriakan-teriakan membahana
canda-canda tak tahu waktu
cerita sendu
hingga telepon asmara
Menikmatinya bersama waktu yang tak tahu malu
Serasa menyruput secangkir kopi
sambil menikmati sore
bersama kekasih seharian
atau menikmati lagu
menjelang mata terlelap
menjelang datangnya mimpi
seusai berkasih-kasihan
penuh gelora
bagai malam pertama...
Jumat, 21 Januari 2011
Percintaan Kali Ini
Cinta yang membara ini seolah kawah candradimuka yang siap menenggelamkanku
menghanyutkan
ke dalam api penuh pesona
tak seberapa lama,
Jibril datang membawa pedang di tangan kanannya
menghunuskan tepat ke jantung yang kini bukan lagi dua
Jantung yang berdenyut seirama
Di kanan kiri
dia menembakkan panah asmara
tepat ke pusat syaraf otak
Dan sekarang sekarat dalam kegilaan
menggoda
membuat terus lupa bahwa ada dunia
***
Ku hirup udara yang ku hirup juga
ku bunuh sepi yang kau bunuh juga
ku hidupi nafas yang kau hidupi juga
ku sentuh hati yang kau sentuh juga
menghanyutkan
ke dalam api penuh pesona
tak seberapa lama,
Jibril datang membawa pedang di tangan kanannya
menghunuskan tepat ke jantung yang kini bukan lagi dua
Jantung yang berdenyut seirama
Di kanan kiri
dia menembakkan panah asmara
tepat ke pusat syaraf otak
Dan sekarang sekarat dalam kegilaan
menggoda
membuat terus lupa bahwa ada dunia
***
Ku hirup udara yang ku hirup juga
ku bunuh sepi yang kau bunuh juga
ku hidupi nafas yang kau hidupi juga
ku sentuh hati yang kau sentuh juga
Rabu, 19 Januari 2011
Diam-Diam
Aku baru ingat, ternyata dia telah mengetehaui semua tentang diriku.
Bukan dari orang lain,
tetapi dari diriku sendiri.
Tanpa sadar aku telah mengatakan semuanya
meski bukan dengan kata-kata.
Celakanya,
Dia tahu tentang masa laluku juga.
Hampir semuanya.
Dari diriku juga
meski bukan dengan kata-kata.
Jadi selama ini diam-diam dia telah mengetahui semuanya.
Sayangnya dia tidak bersalah atas kisahku yang diketahuinya.
dan aku tidak bisa menyalahkannya.
Diam-diam aku membocorkan rahasiaku sendiri....
hah!!!!!
Lalu apa lagi,
Ku anggap dialah yang paling mengerti
yang paling mengerti
meski hanya untuk sementara ini.
Bukan dari orang lain,
tetapi dari diriku sendiri.
Tanpa sadar aku telah mengatakan semuanya
meski bukan dengan kata-kata.
Celakanya,
Dia tahu tentang masa laluku juga.
Hampir semuanya.
Dari diriku juga
meski bukan dengan kata-kata.
Jadi selama ini diam-diam dia telah mengetahui semuanya.
Sayangnya dia tidak bersalah atas kisahku yang diketahuinya.
dan aku tidak bisa menyalahkannya.
Diam-diam aku membocorkan rahasiaku sendiri....
hah!!!!!
Lalu apa lagi,
Ku anggap dialah yang paling mengerti
yang paling mengerti
meski hanya untuk sementara ini.
Jumat, 14 Januari 2011
Tentang Aku dan Dia
Aku selembar daun yang pernah berada di rantingnya.
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.
Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.
Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"
Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.
aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.
*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.
Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.
Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"
Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.
aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.
*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut
Langganan:
Postingan (Atom)