Sabtu, 29 Januari 2011

Sampai kapan semua kisah akan berakhir sama?
saya lelah
saya bosan
harapan-harapan selalu dipatahkan kenyataan

Saya ingin semua baik-baik saja
baik untuk semuanya
jika seperti ini
baik untuk mereka tapi bukan untuk saya
meski dalih itu untuk kebaikan saya

tidak bisakah jujur dengan perasaan sendiri?
saya hanya ingin jujur dengan hati saya
salahkah jika saya memperhatikan diri sendiri lebih?
saya lelah...saya jengah...

lalu apa?
saya tetap tidak berani berbuat apa-apa
lalu saya bisa apa?

Jumat, 28 Januari 2011

Bahagiaku....

Hanya aku....
yang mengerti di mana sela-sela tawa ini tak dapat terganti
Hanya aku...
yang mengerti kelelahan ini
akan terobati dengan sejuta riang
meski hanya di dalam hati

Senyum anak tulus
teriakan-teriakan membahana
canda-canda tak tahu waktu
cerita sendu
hingga telepon asmara

Menikmatinya bersama waktu yang tak tahu malu
Serasa menyruput secangkir kopi
sambil menikmati sore
bersama kekasih seharian

atau menikmati lagu
menjelang mata terlelap
menjelang datangnya mimpi
seusai berkasih-kasihan
penuh gelora
bagai malam pertama...

Jumat, 21 Januari 2011

Percintaan Kali Ini

Cinta yang membara ini seolah kawah candradimuka yang siap menenggelamkanku
menghanyutkan
ke dalam api penuh pesona

tak seberapa lama,
Jibril datang membawa pedang di tangan kanannya
menghunuskan tepat ke jantung yang kini bukan lagi dua
Jantung yang berdenyut seirama
Di kanan kiri
dia menembakkan panah asmara
tepat ke pusat syaraf otak

Dan sekarang sekarat dalam kegilaan
menggoda
membuat terus lupa bahwa ada dunia

***

Ku hirup udara yang ku hirup juga
ku bunuh sepi yang kau bunuh juga
ku hidupi nafas yang kau hidupi juga
ku sentuh hati yang kau sentuh juga

Rabu, 19 Januari 2011

Diam-Diam

Aku baru ingat, ternyata dia telah mengetehaui semua tentang diriku.
Bukan dari orang lain,
tetapi dari diriku sendiri.
Tanpa sadar aku telah mengatakan semuanya
meski bukan dengan kata-kata.

Celakanya,
Dia tahu tentang masa laluku juga.
Hampir semuanya.
Dari diriku juga
meski bukan dengan kata-kata.

Jadi selama ini diam-diam dia telah mengetahui semuanya.
Sayangnya dia tidak bersalah atas kisahku yang diketahuinya.
dan aku tidak bisa menyalahkannya.
Diam-diam aku membocorkan rahasiaku sendiri....
hah!!!!!

Lalu apa lagi,
Ku anggap dialah yang paling mengerti
yang paling mengerti
meski hanya untuk sementara ini.

Jumat, 14 Januari 2011

Tentang Aku dan Dia

Aku selembar daun yang pernah berada di rantingnya.
Juga bergoyang bersama ketika angin tiba-tiba bertiup
mengagetkan kami yang sedang bercengkrama.

Aku selembar daun yang akhirnya gugur.
Angin bertiup terlalu kencang waktu itu.
Berusaha sekuat tenaga untuk bertahan namun akhirnya
jatuh ke tanah meninggalkan ranting dan pohon yang tetap mengada.

Dia adalah sinar matahari yang selama ini menghangatkan.
tak pernah ingkar untuk selalu muncul ketika fajar menjelang.
tak pernah lupa pulang ketika senja memanggilnya perlahan.
hingga di akhir dia selalu berkata,"Tunggu,aku pasti datang dengan terang"

Ini tentang aku dan dia.
tentang melawan setiap musim.
tentang usia yang tidak pernah renta.

aku dan dia yang selalu tertawa,
bahkan ketika menderita.

*untuk sebuah nama yang tak boleh disebut

Sayangnya Aku Tak Bisa

sekian lama telah terlewati
tidak mungkin aku tidak menyayangi.
walaupun sekian banyak caci
yang aku sadari,
sebanyak itu pula sayang yang aku miliki.

hanya saja, aku tidak bisa melakukan apa-apa.
aku bukan seorang yang suka memberi kado ketika hari jadi tiba,
bukan pula seorang yang bisa mencium disegala suasana.
tidak juga mengumbar kata-kata hingga mulut penuh busa.

Kemudian pada akhirnya ku putuskan,
untuk menyimpan sayang ini saja.
Tak perlu berwujud dalam bentuk apapun,
pun tak bisa terungkapkan dengan bahasa apapun.

Seberapa besar, seberapa hebat, seberapa dalam....
akh....tak usah ku katakan, tak usah kusampaikan
biarkan tersadari dalam hari-hari yang terlewati
biarkan menjadi rahasia antara aku dengan Ilahi...

Ketika Aku Menikmati Lagu-Lagu Ini

Surrender -- Andra and the backbone
Dia bilang lagu ini sangat mempesona hatinya. Entah sejak kapan dan entah bagaimana.
Hm...sudah ku duga walaupun baru sekali aku mendengar lagu tanpa lirik ini.
Ya, tanpa lirik.
Tapi apa yang dia katakan padaku waktu itu?
"Lagu itu menggambarkan rasa sayangku padamu. Suatu hari, aku ingin memainkan lagu itu untukmu, di hari dimana aku dan kamu memimpikannya".
Begitulah yang dia katakan.
Entah rasa sayang seperti apa, di hari seperti apa, dan mimpi seperti apa...
Sekarang,
Lagu itu menjadi pengantar di setiap malam ketika aku ingin menemuinya
di dalam mimpi...

Beautiful -- Christina Aguilera
Aku tahu dan sangat mengerti, ketika kalian menatap kami, yang kalian lihat pertama kali adalah
bagaimana pakaian yang kami kenakan, rambut yang berada di kepala kami, warna kulit kami,bahkan mungkin membayangkan berapa ukuran bra yang menempel di payudara kami...
Bukannya kami tak tahu soal itu...Bahkan kami sangat mengerti tentang keindahan yang kalian inginkan.
Karena kami sangat mengerti, maka kami tidak akan marah dan mencibir kalian. Kalian mempunyai mata, mempunyai imajinasi jadi hak kalian untuk menilai seberapa indah, dan mengimaginasika kami sesuai imaginasi yang terlukis dalam benak kalian...
Hanya yang harus kalian tahu,
Bahwa bukan sekadar pakaian yang dikenakan, rambut yang menempel di kepala, warna kulit, bahkan mungkin ukuran bra yang menempel di payudara kami.
Ketahuilah bahwa kami lebih dari itu. Bahwa kalian lahir di dunia dari rahim kami, bahwa payudara yang kalian terka-terka ukurannya pernah memberikan kesehatan dan perlindungan yang menghangatkan, waktu itu. Waktu kalian belum memiliki imaginasi tentang pakaian, rambut, dan warna kulit kami...

*Untuk dirinya yang menyukai dua lagu tadi